Perth Australia Trip 11-15 Mei 2016: Day 4/5 14-15 Mei 2016

Sabtu pagi….sarapan kali ini lumayan berlimpah loh, karena dapat kiriman pizza dari teman yang sudah lama tinggal di Perth…ada lumpia juga…ihhh jadi kangen rumah….anyway pagi ini kita bersiap siap ke Caversham Wildlife Park, merupakan taman nasional yang berada di dalam Whiteman Park. Katanya sih, kalau mau bercengkrama dan bermain bebas dengan kanguru wajib ke sini. Tidak hanya kanguru sih, ada beberapa hewan khas Australia lain juga disini.

Jam 8 pagi kita sudah siap2 berangkat, mengingat perjalanan ke Caversham cukup memakan waktu. Kita janjian bertemu jam 9 dengan Tika, teman Dida yang sudah lama tinggal di Perth untuk bertemu di Perth Station. Berdasarkan informasi dari Transperth, menuju ke Whiteman Park, kita harus naik kereta dulu, ke arah Midland. Ketika sampai di Perth Station, papan board menunjukkan kalo Midland Line ada di platform 8, and yes we met Mbak Tika pas jam 9.

Menuju ke Whiteman Park, dengan kereta Midland Line, kita harus turun di Bassendean Station dan lanjut naik bis no 955/956. Bilang aja ke supir bisnya turun di Whiteman Park, nanti dia berhenti persis didepan gerbangnya. Sampai di Whiteman Park sekitar jam 10 pagi, untuk masuk ke dalam, kita harus naik semacam shuttle bus, bayarnya 2 dolar bolak balik. Sama sopirnya kita dikasi jadwal jam berapa saja shuttle bus datang ke dalam dari gerbang depan. Jadwalnya didekatkan dengan jadwal kedatangan bus transperth terdekat untuk kembali ke Bassendean Station, mantap ya…sebelum naik bis foto2 dulu ya…

20160514_09074620160514_091010

Singkat cerita, sesampai di dalam Whiteman Park, banyak sekali tempat wisata yang menarik sebenarnya, ada museum motor, kereta, taman untuk acara keluarga, dll. Caversham Wildlife Park adalah salah satu tempat wisata di dalamnya. Untuk masuk ke sana harus bayar 27 dolar per orang. Setelah masuk, ternyata memang banyak sekali binatang yang ada di sini, beberapa posisinya di kandangkan, mirip kayak di kebun binatang, ada juga yang hanya dipagari aja.

20160514_114622 20160514_114636

 

 

 

 

Nah tujuan utama kita adalah koala dan kanguru. Kebetulan jadwal memegang koala pas saat kita datang, setiap orang wajib pakai hand sanitizer sebelum pegang koala. Khusus untuk koala, ada trik khusus untuk menyentuhnya, yaitu dengan punggung telapak tangan kita, trus kita gak bole berisik karena koala gampang stress…waduh. Sialnya pas koalanya gak mau ngadep ke kita, jadi kita juga bisa pegang punggungnya sesuai instruksi dari penjaganya.

20160514_121656 20160514_121807

 

 

 

 

 

 

 

 

Sasaran selanjutnya adalah pertunjukan para peternak domba. Farm Show nama kerennya, disini kita diperlihatkan cara menguliti kulit domba sampai gundul! haha..seru juga sih…diajari juga cara pakai rope dan cara memerah sapi..ya buat anak2 seru deh…

20160514_133628 20160514_132243_4 20160514_132008 IMG_1027

 

 

 

Kunjungan yang paling berkesan disini tentu saja bercengkrama dengan kanguru dengan bebas! Kita bisa megang, foto, si kangurunya adem2 aja tuh, jinak2 ey…apalagi kalo dikasi makan (ada makanan khusus disediakan yang kita boleh ambil sepuasnya). Pokoknya lucu2 deh tingkah polah kangurunya…cocok banget untuk keluarga apalagi anak2, dijamin betah….

20160514_124629 20160514_123811 20160514_123024

IMG_0999

20160514_124400 20160514_124320 20160514_124253 20160514_124207

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gak terasa lo ternyata tau2 udah jam 1.30 siang, kita terburu2 menuju shutte bus, karena target naik shuttle bus yang jam 2.15. Sambil nunggu, kita makan siang dulu dengan bekal yang udah kita bawa dari rumah. Soal makan mah, makanan Indonesia gak ada tandingannya, nasi, abon, udang kering, serundeng, kentang, nyam..nyam…

Jam 2.15 persis dateng shuttle bus nya, kita pun segera naiki, untuk kembali ke depan gerbang Whiteman Park. Gak lupa foto dulu….dan segera menyeberang untuk naik bis Transperth No 955/956 menuju ke Bassendean Station, dan dari situ kembali ke Perth Station.

IMG_1215

Jam 3.30 kita sampai di Perth station, awalnya teman2 pengen ke Fremantle market, tapi repotnya kalo udah sore di sini, jam 5 toko uda pada tutup, padahal menuju ke Fremantle Market butuh waktu 30-45 menit plus nunggu2 bis dan keretanya, walaupun sampai, cuma ada waktu kurang lebih 1 jam untuk belanja…gak worth banget ya…Akhirnya Mbak Tika sebagai warga Perth, nawarin, kalo masih mau belanja ya di kota aja, dia nunjukin beberapa toko souvenir di kota, yang harganya memang agak lebih tinggi dari di Fremantle. Tapi demi saving time yaudah gak apa2 deh.

Aku, Mba Dida dan Tika sih gak belanja, kita nungguin yang belanja aja sambil nongkrong makan waffle ice cream di di Murray Street, tapi lama2 laper juga ya, akhir nya kita putusin makan di Pepper Lunch, secara Mbak Tika punya voucher diskon disana haha…dasar…tetep ya yang dicari yang diskon….

Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, toko-toko sudah mulai tutup, kita sepakat untuk kembali ke Elizabeth Quay train station..eh pas jalan, liat water fountain di depan mall Forest Chase Myer dan Commonwealth Building yang sudah berubah fungsi jadi kantor pos di kota Perth. Area ini biasanya sore memang jadi tempat tongkrongan di sore hari kalo toko2 di area ini sudah tutup. Ending the day dengan bermain2 dengan air mancur…masa kecil kurang bahagia….hahaha

20160514_171708 20160514_171657

20160514_171917 20160514_171838 20160514_171320

 

 

 

 

 

 

 

 

20160514_171313

 

 

 

 

Setelah puas, kita putuskan untuk kembali ke rumah, mengingat kita harus segera packing karena besok jam 3 pagi kita harus sudah berangkat ke bandara. Malam hari kita beres2 rumah supaya keliatan bersih seperti sedia kala, makanan2 yang tidak perlu kita tinggal di dapur Matt dan Illiona. Ingat ya, harus memberi kesan yang baik, datang rumah bersih, pulang rumah juga bersih….

Malam itu kita sudah berpamitan ke Matt dan Illiona, kalau jam 3 pagi kita akan pergi ke Bandara, mereka pun berbaik hati memesankan taxi untuk kami. Dan tepat jam 3 pagi kami berangkat ke bandara, karena penerbangan ke KL jam 7 pagi. Setelah melewati imigrasi, dan kemudian boarding, tak lupa solat subuh (dimana aja), jam 6.30 tepat calling sudah terdengan untuk memasuki pesawat. Dan jam 7 pun kita flight off dari Perth ke KL….gak terasa ya kayaknya baru dateng eh uda pulang lagi….yup that’s life..ready to back to reality with new spirit and new whole perspective of life…..

Sampai ketemu lagi di trip selanjutnya guys……

Perth Australia Trip 11-15 Mei 2016: Day 3 13 Mei 2016

Jam 4 pagi gw uda bangun, curi start buat mandi, soalnya kamar mandinya emang cuma dua, jadi mumpung yang lain belum bangun, ya buru2 mandi, lagian showernya ada air panasnya heee. Jadwal sholat di Perth hampir sama dengan di Jakarta, jadi gak terlalu sulit ngecek waktu sholat disini. Pagi mulai menjelang, sebagian teman2 mulai sarapan, untung nasi uda masak malem, rice cookernya ampe disiapin dua!, bener2 salut deh sama kel. Matt & Illiona, tau aja kita predator nasi…hahaha.

Gw sempatin foto2 rumah Matt juga flat yang kita tempati, walau letaknya agak jauh dari pusat kota, tapi kita suka banget suasana disini, tenang, sepi, jauh dari hiruk pikuk deh kecuali kebawelan kita sendiri heee. Kami juga menyempatkan diri ngobrol dengan Matt dan Illiona istrinya, karena emang kita share dapurnya mereka. Yang lucu mereka takjub karena dengan jumlah kita yang cukup banyak, kita lebih milih naik public transport kemana2, karena mereka sendiri kemana2 selalu naik mobil pribadi haaa….#kagaktauajadiamodalkita….backpaker gitu loh….hihihi. Tapi sebenarnya memang Perth termasuk mudah transportasinya, semua lokasi yang memang yang menjadi target wisata tidak sulit menjangkaunya baik dengan bis atau kereta. Jalan-jalan seputar kota juga nyaman, karena kotanya tidak terlalu ramai.

20160513_08130120160513_080540 20160513_080030

 

 

 

 

 

 

 

20160513_080548 20160513_075924

 

 

 

 

20160513_080209 20160513_075907

 

 

 

 

20160513_075835 20160513_075824

 

 

 

 

20160513_084136

IMG_0796

 

 

 

 

20160513_080300 20160513_080010 20160513_080002

 

 

 

 

 

 

 

Setelah beres sarapan, pagi ini kita sepakat untuk shopping dulu ke Fremantle. Mengingat hari ini juga hari Jumat, dan teman2 pria kita harus sholat jumat, denger punya denger di Fremantle ada pelaksanaan sholat jumat di salah satu church disana, hebat ya church nya bisa dipakai untuk solat jumat, soo sapa bilang di barat ga ada toleransi????

IMG_1202

Dari sebrang rumah Matt, kita naik bis no. 502 yang habisnya tepat di Fremantle train station. Fremantle merupakan wilayah pelabuhan di Perth. Dari Fremantle kita bisa juga menyebrang ke salah satu Pulau wisata terkenal di Perth, Rottnest Island, sayangnya kita gak punya cukup waktu di Perth sehingga, Rottnest Island kita skip dari perjalanan kita. Sampai di Fremantle, kita menuju E-shed Market, salah satu shopping centre yang menurut gw termurah di Perth. Ada juga Fremantle Market nya sendiri, tapi lagi2 demi saving waktu, kita sepakat untuk belanja di E-shed Market aja. Sayang sebenarnya karena Fremantle banyak tempat wisata sejarah yang menarik, mudah2an ada kesempatan balik lagi ke sini dikemudian hari…Amin…

20160513_132947 20160513_132926

Salah satu toko suvenir terkenal di E-shed market ternyata dimiliki oleh orang Indonesia, Ibu Ade. Kalau gak salah beliau orang sukabumi, tapi sudah puluhan tahun berjualan suvenir di Fremantle. Barang2nya menurut gw juga lengkap, mau yang made in China atau ori Australia juga ada, harganya paling bersaing, apalagi kalo yang beli orang Indonesia, banyak diskonya dijamin….jadi jangan kaget ya kalau belanja disini pada kalap..hihihi

IMG_0854 IMG_0848 IMG_0847 IMG_0845

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20160513_131115

20160513_131757

Belanja beres…kita melanjutkan perjalanan ke Cottlesloe Beach. Awalnya niat juga ke Scarborough beach, tapi melihat lokasinya yang jauh, kita sepakat menuju ke Cottlesloe yang hanya 3 stasiun dari Fremantle. Dari Cottlesloe Station kita berjalan kurang lebih 10 menit menuju ke Pantainya…waaaw…amazing beach…sambil menikmati makan siang di tamannya dan menikmati pantai hingga sore hari..betaah banget….

20160513_145135 20160513_142932

20160513_134139 20160513_145518

IMG_0926

20160513_142735 20160513_140015

Gak terasa udah jam 5 sore, kita bergegas kembali ke Fremantle untuk melanjutkan perjalanan kembali ke rumah, karena rencananya sehabis maghrib kita mau jalan ke kota Perth. Sore itu, ada night sale, dimana toko2 di kota Perth akan buka sampai jam 9 malam, waah jarang2 banget tuh, karena biasanya semua toko tutup jam 5 sore teng! Jadi kita gak melewatkan kesempatan ini, untuk berjalan2 malam di kota Perth sekaligus window shopping…hmmm yakin cuma window shopping???

Sampai di Elizabeth Quay Train Station, kita tidak langsung ke Murray atau Hay Street, jalan yang paling happening banget untuk belanja di kota Perth. Kita menyempatkan diri bercengkrama di Barrack Street Jetty yang menjorok ke Swan Valley River, suasana malam itu sangat colorful dan full music, the Bell Tower merupakan salah satu icon di Barrack Square. Sebelum menuju ke kota kita foto2 dulu disini.

IMG_1123 IMG_1219

 

 

 

 

 

IMG_0945 IMG_0946

 

 

 

 

 

IMG_1121 20160513_190429_LLS

 

 

 

 

 

Bersambung dulu ya….

Perth Australia Trip 11-15 Mei 2016: Day-2 12 Mei 2016

Jam 5.30 pagi waktu setempat, pesawat AirAsia X yang kami tumpangi mendarat di Perth International Airport setelah menempuh 5.5 jam perjalanan dari Kuala Lumpur. Kami ber-13 naik AirAsia, plus Mbak Dida yang sudah menunggu di Perth, karena dia satu2nya anggota kami yang naik Garuda (memang enak banget yaa jadi istri orang Garuda, jatah tiket murahnya unlimited…#ngirimodeon).

Sesuai prosedur kami menuju imigrasi, cukup dengan menunjukkan paspor. Visa ternyata sudah tercatat online dalam sistem mereka, jadi gak perlu ditunjukin lagi, kecuali halo diminta yaaa. Setelah itu barulah kami diminta menunjukkan arrival card untuk memastikan item2 yang kita declare atau tidak. Untuk teman2 yang mendeclare item makanan seperti yang dicantumkan dalam kartu, barisannya terpisah dengan kami yang tidak mendeclare. Tapi jangan salah ya bukan berarti kita gak diperiksa, karena tetap aja kita harus baris dan backpack kita diperiksa oleh….doggy…diendus2 gitu hadeh…but it safely check, gak ada yang menarik perhatian tuh doggy hihi…Makanan yang kita bawa semua aman, gak ada yang tersita petugas, kecuali telor asin itu hahay…Setelah keluar pintu kedatangan, Mbak Dida sudah menunggu disana, waah senangnya akhirnya tim kita lengkap deh ber-14, so kita siap bersama2 menuju ke kota, menuju tempat penginapan kita.

20160512_065818

Ok sebelum sampai ke cerita perjalanan kita ke kota, perlu diketahui bahwa perjalanan ini adalah perjalanan independen, walaupun gak semuanya kita backpaking, alias ranselan, beberapa teman lebih nyaman pake koper secara cukup banyak yang dibawa. Karena kita independen, walaupun jumlah kita cukup banyak, kita sepakat untuk menggunakan public transport selama perjalanan di Perth. Gimana caranya? Jadi, sebelum berangkat, kita sudah menyusun itinerary alias rencana perjalanan, since day 1 sampai last day kita di Perth. Salah satu website yang memudahkan kita merencanakan ini adalah website TRANSPERTH. Layanan informasi perjalanan milik pemerintah Australia bagian Barat. Yang ponselnya aktif, bisa juga download layanan ini lewat Google Playstore atau Appstore. Di sini kita akan diberi arahan perjalanan yang kita tuju, berapa lama, bayar berapa dan naik apa saja (bis atau kereta atau keduanya), termasuk bus stop atau train stop yang kita lewati dan kita tuju. Lengkap. Ingat ya, rencana perjalanan itu sangat penting karena bisa saving time kita selama di negara yang kita tuju. Silahkan request itinerary kita ke email dhe_mulyani@yahoo.com.

Back to story, sesuai petunjuk yang kita dapat dari Transperth, Setelah keluar dari pintu kedatangan, kita harus mencari bus yang menuju ke kota, jadi langsung aja cari Terminal transfer bus stop dan disampingnya ada keterangan bis apa yang harus kita naiki menuju kota dan tiap jam berapa datangnya, yaitu bis no 380 yang datang setiap setengah jam sekali. Jam menunjukkan pukul 7.00 waktu setempat, dan bis datang pukul 7.10, so masih ada waktu 10 menit menunggu, Alhamdulillah masih sempat melihat sunrise dibalik gedung Perth International Terminal..so beautiful….

IMG_0656 IMG_0655

 

 

 

 

 

 

IMG_0660

IMG_0657

 

 

 

 

 

 

 

 

20160512_080351 20160512_072105

Butuh waktu 45 menit untuk menuju Elizabeth Quay Bus Station, terminal bis utama di kota perth, dari situ, kita bisa lanjut ke tempat2 lain baik melalui bis maupun kereta karena terminal bis ini connect dengan train station. Tempat yang kami tuju adalah daerah Booragoon, rumah yang kami sewa melalui AirBnB. Ada sedikit perubahan dalam rencana kami, karena beberapa hari sebelum berangkat, Matthew sang pemilik rumah menginfokan kalau pagi saat kami datang, tamu lain yang menginap di rumahnya belum pulang, tapi, karena kita sudah membayar early check in kami, Matthew mengatakan bahwa dia sudah menyiapkan rumah singgah untuk kita sampai jam 12 siang, katanya sih tidak jauh dari rumahnya. Kita diminta beristirahat disana sampai rumahnya siap untuk kita tempati..wah baik banget ya…so, dari Elizabeth Quay Bus Station, kita berjalan menuju Elizabeth Quay Train Station dengan sebelumnya membeli SmartRider card supaya kita tidak bolak balik bayar cash selama naik bis dan kereta. Sama seperti negara lain seperti singapura misanya, kartu ini berlaku untuk naik bis dan kereta, harga kartunya 20 dolar Australia dengan isi ulang min 10 dolar.  Sesuai arahan Transperth, kita harus naik kereta Mandurah line dan turun di Bullcreek Station, kemudian lanjut bis 500 menuju rumah singgah kita, 31 Rivettway Brentwood.

20160512_083626 20160512_083650

 

 

 

 

IMG_0965 20160512_085638

 

 

 

 

 

IMG_096920160512_083920

Karena gak paham turun dimananya, so kita memastikan ke sopir bis nya bus stop yang kita tuju, dan dengan senang hati beliau menunjukkan kepada kita walaupun ternyata kelewatan ….haha, ya gpp lah jalan dikit and akhirnya sampailah kita di 31 Rivettway Brentwood. Berbekal keypass untuk buka pintunya, we open the door and wow..rumahnya keren banget..asik abis…

20160512_094232 20160512_094210 IMG_0670 20160512_092241 20160512_092218

 

 

 

 

Hal pertama yang kita lakukan adalah….mandi…yey..seharian loh belum mandi hehe, karena kamar mandi cuma 1 dan toiletnya juga cuma satu, jadi ya sabar ya, secara 14 orang gitu loh, sebagian akhirnya buka ransum dan sarapan..Enaknya nginep di rumah orang lokal, its really just like home, bisa pake seluruh fasilitas yang ada di rumah itu, isn’t that great???

Gak terasa udah jam 12 siang, kita kembali packing pakaian kita untuk menuju rumah Matthew and Illiona, gak lupa dibersihin dulu semua sampah2nya ya, sebagai tamu, kita harus memberikan kesan yang baik kepada tuan rumah kita, salah satunya meninggalkan tempat yang kita pakai dalam keadaan bersih kembali seperti sedia kala. Sebelum menuju ke bis, kami foto2 dulu di depan rumah singgah kita, 31 Rivettway Brentwood.

20160512_121554 20160512_121519

Dari 31 Rivettway Brentwood ke 50 Dickenson Booragoon alamat rumah Matt, ternyata takes time juga..kita harus jalan ke bus stop yang berbeda dari tempat kita turun tadi, yang bawa koper mau gak mau jalan kaki geret2 koper sejauh 900m dan nyebrang jalan untuk naik bis no 502/503/504 menuju bus stop yang katanya lokasinya tepat di sebrang rumah Matt. Seperti biasa, kita tongkrongin sopir bisnya untuk memastikan bus stopnya..hehe kayak preman aja, but better save than lost kan…dan hanya beberapa stop kita uda turun bis. Yang lucu, karena gak yakin dari bus stop tersebut jalannya lewat mana untuk ke rumah Matt, kita coba pakai aplikasi map baik itu google map dan apple map, yang ternyata harus memutar dengan berjalan sejauh 700m, padahal ternyata ada jalan langsung dari bus stop itu ke rumah Matt dan hanya 100m..hahaha…aneh ya kok bisa gak ke deteksi jalan itu di map…ya udah gpp deh anggap aja olahraga siang2 bolong heee…

IMG_0678

IMG_0674IMG_0672

 

 

 

 

 

 

Matt dan Illiona sudah menunggu kedatangan kami, walapun ternyata dia masih sibuk beberes, so kita putusin untuk naruh tas kita saja, di rumahnya dan memulai trip kita, don’t waste your time waiting right? lets get moving…..Kita memulai perjalanan siang hari ini menuju kota Perth, dari bus stop depan rumah Matt, kita kembali naik bis 502/503/504 menuju kembali ke Bullcreek Station, kemudian naik kereta Mandurah Line tapi kali ini menuju ke Perth City, cuma ada dua line disitu, jadi tinggal berdiri saja di line tempat kereta kita menuju. Ujung dari kereta menuju Perth City adalah Perth Underground Station, kitapun turun di stasiun ini. Tujuan utama kita adalah menuju Perth Mosque sambil melewati kota dan juga mencari makan siang. Karena sewaktu pagi sebagian dari kita hanya masak mie dan rata2 membawa lauk kering aja, jadi kita belum makan nasi…hmm tetep ya belum makan rasanya kalo belum makan nasi…

IMG_0692 IMG_0689 IMG_0698

 

 

 

 

 

 

IMG_0697 IMG_0696 IMG_1346

 

 

 

 

 

Dari Perth Underground station menuju Perth mosque, kita melewati Murray Street, William Street, Perth Station (stasiun kereta menuju beberapa jurusan/line wilayah lain di Perth), Art Galery of Western Australia yang satu area dengan National Library dan Cultural Centre, dan disana pas banget ada Festival jajanan Asia..nasi lemak, rendang, dll…makan..makan…hmm jangan tanya rasanya ya…makan aja deh..hihi20160512_151716

20160512_151408

 

 

 

 

20160512_152446

20160512_152349

 

 

 

 

20160512_154233

20160512_152535

 

 

 

 

Setelah berjalan kurang lebih 700m, kita akhirnya sampai di Perth Mosque yang berada tepat di perempatan jalan. Berdasarkan informasi dari wikipedia, masjid ini merupakan masjid tertua di Perth. Masjid ini dirancang dan dibangun pada tahun 1904 atau 1905 oleh Fatteh Mohammad Dean, seorang imigran dari Punjab, India. Kamipun segera masuk untuk solat dan menikmati suasana sore di masjid, sampai kami memutuskan untuk segera berjalan kembali dan mengakhiri sore ini di Kings Park Botanic Garden. Tidak lupa dalam perjalanan kita membeli beras di toko swalayan yang banyak tersebar di kota Perth.

IMG_0725 IMG_1247

 

 

 

 

 

 

 

Sayangnya sampan King Park Botanic Garden kita udah kesorean banget, jam 6 sore di Perth ternyata sudah gelap, hampir sama kayak di Indonesia, so kita putuskan untuk berfoto2 saja berlatar belakang kota Perth di malam hari..it was a beautiful night with a beautiful sight..love it…

IMG_0770

20160512_180738_LLS

Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam, we all very tired and hungry tonight, so kita putusin untuk pulang, untunglah bis dan kereta masih beroperasi dan kita sampai di rumah Matt savely and sound. Di Rumah Matt, kami tidak hanya mendapatkan rumah utama yang share dengan Matt dan keluarga, tapi juga mendapatkan 1 flat disamping rumah Matt yang bisa terisi 6 orang, lengkap dengan dapur, ruang tamu sekaligus ruang makan dan kamar mandi. Di rumah utama sendiri, masih ada kamar untuk lebih dari 10 orang. Di kamar yang gw, dela dan dida tempati, sekaligus sebagai ruang keluarga dengan TV Layar lebar dan play station untuk bermain. Ruang makan besar menyatu dengan dapur yang ternyata sudah dilengkapi oleh Matt dan Illiona dengan semua kebutuhan makanan yang kita perlukan termasuk…beras..wow..tinggal pilih aja, mau roti, mie, cereal, susu, kopi, teh..pokoknya lengkap, plus bawaan kita dari Indonesia Alhamdulillah makanan jadi berlimpah, dan bisa makan malam sepuasnya.. We all sleep well tonight and ready for another adventure for tomorrow…..

Bersambung….Perth Australia Trip 11-15 Mei 2016: Day-3 14 Mei 2016

Perth Australia Trip 11-15 Mei 2016: Day-1 11 Mei 2016

Travelling time….Setelah setahun menunggu, akhirnya waktunya tiba untuk ngetrip bareng travelmate.id…karena kita naik Airasia, so pasti menuju Perth kita harus transit dulu di Kuala Lumpur (KL).

Oya sebelum berangkat, seperti trip kita ke jepang tahun 2014, kita sepakat untuk bawa makanan ke Perth, cuma berdasarkan info dari beberapa blog, Australia lumayan ketat urusan makanan, tapi setelah cek website Departemen Pertanian Pemerintah Australia, biar ga  repot, intinya semua makanan yang kamu bawa, declare aja. Artinya, laporkan di form imigrasi yang harus diisi pada saat proses imigrasi (ada pertanyaan apakah ada membawa item2 dibawah ini, nah dicentang aja deh tuh).

Khusus untuk rendang, yang katanya susah lolos, kemarin trik kita adalah ditaroh di toples trus disealed, setelah itu kopernya disealead juga, jadi karena kita uda declare ada makanan2 yang disebut di form imigrasi, beberapa koper kita termasuk koper rendang, ya lolos saja..haha..males kali ya petugasnya buka2 seal koper. Satu2nya yang gak lolos waktu diperiksa adalah telor asin..hihihi..itu karena kayaknya telornya gak dibungkus sealed kayak yang lain, makanya diambil sama petugas imigrasi…yo wes lah..hahahaha.

Ok back to start, pesawat kita ke KL jam 3 sore, so kita janjian di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten (bukan Jakarta yaa), jam 12 siang. Karena uda web check in, kita tinggal drop bagasi aja di counter check in, ada koper yang kita khususkan untuk makanan, sehingga nanti ketika sampai Perth, yang kita declare adalah koper2 yang ada makanannya. Teman2 termasuk saya yang hanya bermodalkan ransel isi baju (gak ada makanan), kita gak perlu declare di form imigrasi.

IMG_0643IMG_0644

Flight ke KL tepat waktu, kita sampe KL jam 6 sore waktu setempat. Btw sekarang Airasia tidak lagi berada di terminal LCCT yang kayak terminal bis itu (baca cerita trip Jepang deh). Pemerintah Malaysia membangun KLIA2 khusus untuk AirAsia, yang ga kalah kerennya dengan KLIA1, hebat ya…..So, karena penerbangan ke Perth baru jam 12 malam, lumayan juga ni waktu tunggunya…Ayo selain makan..apa ya yang dilakukan teman2 travelmate.id for killing time? check this out deh..candid camera ceritanya hehe..

20160511_230557 20160511_230547 20160511_230538

20160511_23060420160511_23052920160511_230934 20160511_230631

Akhirnya jam 11.30 malam kita boarding dan tepat jam 12 malam kita terbang ke Perth. Memakan waktu 5.5 jam dari KL untuk sampe ke Perth, dan finally jam 5.30 pagi tanggal 12 Mei 2016 kita safety landed di Perth International Airport…welcome to Perth, Western Australia..yeeeey…..

20160512_062959

20160512_063031

Ceritanya lanjut di Day-2 ya….

 

Perth Australia Trip 11-15 Mei 2016: Persiapan

Hi..guys see u again..udah lewat setahun ya setelah perjalanan Raja Ampat. Sebenarnya tahun 2015 kita ada trip ke Singapura, tapi skip dulu ya ceritanya…kita share perjalanan di tahun 2016 ini. Sekali lagi thanks to Airasia dengan promonya akhirnya kita bisa berkesempatan ke Perth, Australia. Like we always do, tiket promo ke Perth ini uda kita beli setahun sebelumnya, pp 3.5jt uda include bagasi 20kg..wow…

Chalenge berikutnya adalah cari penginapan, hampir semua referensi blog yang kita baca, Perth adalah salah satu kota yang biaya akomodasinya mahal..and cek punya cek di seluruh hostel yang kita coba browse dari Internet, paling murah per orang adalah 400rb/bed untuk kamar yang dormitory alias satu kamar untuk banyak orang. Jadi 3 malam kami harus menyediakan 1.2jt…hmm mahal ya…

So, kita coba hal baru yang belum kita lakukan sebelumnya, mencari rumah di Airbnb.com, situs ini terkenal karena bisa menyewa rumah orang lokal dengan harga yang cukup terjangkau, dan browsing2, akhirnya menemukan juga 1 rumah yang bisa memuat 14 orang..yes guys perjalanan kali ini pesertanya lumayan banyak 14 orang…asyiknya lagi, kami bisa early check in dengan sedikit biaya tambahan. Dengan hanya sharing per orang 976rb, kami mendapatkan 1 rumah utama+ 1 flat lengkap dengan ruang makan, ruang keluarga, dapur beserta isinya, mesin cuci+pengering, bahkan di ruang keluarga sekaligus kamar saya, dela dan dida disediakan tv layar besar dilengkapi dengan konsol video game…cocok buat anggota termuda kami vincent….Thanks for Matthew and Illiona our guesthouse… yang tertarik liat profile mereka bisa liat di link ini, Matt&IllionaBooragoon.

Oke, tiket done, akomodasi beres, apalagi yang penting? Paspor? sudah pastilah, jangan lupa, harus masi valid 6 bulan sebelum masa habis berlakunya. Trus apa doung..? Yep..VISA. Jangan dikira karena orang Ausie sudah bebas visa ke Indonesia, maka berlaku juga sebaliknya…no guys kita tetap harus ngurus visa Australia. Kemana? melalui agen visa khusus Australia, vfsglobalaustralia. VFS.GLOBAL sebenarnya tidak hanya melayani pengurusan via ke Australia, mereka juga melayani pengurusan visa ke Selandia Baru, UK, dan Eropa. Untuk di Jakarta, kantor VFS. GLOBAL Australia ada di Kuningan City Lantai 2 No. L2-19,
Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 18, Setiabudi, Kuningan, Jakarta 12940 Indonesia. Alamat lengkap ada di link ini, VFS Address. Yang menjadi catatan disini, jangan kuatir ngurus visa sendiri di sini, karena kita bisa ngurus sendiri atau bahkan bisa mewakili teman2 kita yang gak bisa datang, asal dokumennya lengkap. Apa aja yang dibutuhkan. Ini listnya:
1. Form visa. tergantung mau apa ya tujuan ke ausie, kalau untuk liburan seperti kita, cukup isi form 1419. jangan lupa tempelin foto bewarna 4,5 x 3,5 cm satu saja di form aplikasi visanya.
2. Fotokopi ktp, kartu keluarga, paspor (bawa aslinya untuk ditunjukkan saja), akte kelahiran, akte nikah (untuk yang sudah menikah).
3. Khusus untuk fotokopi paspor, yang dicopy adalah halaman bio-data (yg ada foto kita), halaman pengesahan, halaman alamat (bagian belakang) dan tiap halaman yang terdapat cap dan/atau visa
4. Untuk yang sudah menikah bawa surat ijin dari suami/istri, dan yang bekerja bawa surat ijin dari kantor. Formnya seperti apa, bisa request ke dhe_mulyani@yahoo.com, nanti kita share ya.
4. Fotokopi rekening/buku tabungan. Saldonya terserah, dihitung aja kira2 kalo kesana 3-5 hari habis berapa. Untuk grup kita rata-rata masukin saldo 5-10 juta.
5. Kalau sudah punya copy tiket pesawat dan itinerary selama di sana bagus juga dilampirkan, tapi kemaren kami tidak melampirkan pun tidak masalah.

So, kita bawa semua dokumen ini ke kantor vfs di kuningan city, mereka buka dari jam 9 sampe jam 4 sore. Jangan bawa laptop ya karena sama securitynya gak diperbolehkan dibawa masuk, HP saja harus dimatikan. Jadi bawa dokumen yang diperlukan saja, di dalem, cari ruangan untuk visa australia, karena ada beberapa ruangan untuk visa negara lain, ada petunjuknya kok. Sebelum masuk ke ruangan counter visa australia dikasi nomer sama securitynya, tinggal bilang aja kita pemohon individual, kalo bawa dokumen temen, sebutin berapa orang, nanti dikasi nomernya sesuai jumlah aplikasinya. Trus yauda, tinggal nunggu dipanggil, diverifikasi dokumennya, dan bayar. Karena kemaren kita pake layanan sms untuk notifikasi progress visa kita, total kita kena charge Rp. 1.625.000. Semakin banyak layanan yang kita pilih untuk memudahkan kita, semakin banyak chargenya heee… Kalau ada yang kurang dokumen, kita harus balik lagi besoknya, dan itu juga kena biaya. jadi makesure dokumen lengkap ya dan terisi.

Katanya sih prosesnya 15 hari kerja, tapi dalam jangka waktu 5 hari kerja, Alhamdulillah kami semua mendapatkan email dari imigrasi kedutaan besar Australia yang berisi persetujuan visa. Jadi visanya gak dicap di paspor kayak negara2 lain, visanya diemail, itu yang kita print atau kita simpan di hp kita kalau sewaktu2 diminta menunjukkan oleh pihak imigrasi Australia.

Oya makesure waktu pengurusan visa gak mepet sama keberangkatan ya, kita ngurus visa awal april untuk keberangkatan 11-15 Mei. Jadi kurang lebih 1 – 1.5 bulan sebelumnya.

So, beres deh, tinggal nunggu waktu berangkat….ntar kita lanjut ke cerita perjalanan hari pertama ya…love you guys…semangat….

Raja Ampat Trip 31 Oktober – 1 Nov 2014 part 2

31 Oktober sore….

Sore itu kami masih terkagum-kagum oleh suasana di Puncak Piaynemo, rasa lelah terbayar sudah dengan pemandangan alam yang luar biasa indahnya….sayang kami tidak bisa berlama2 disana untuk menunggu sunset, karena speedboat kami tidak berani mengambil resiko pulang terlalu malam, kita ambil sunset nanti saja di Pasir Timbul kata Pak Bau pemandu kami. So, demi safety bersama, kamipun menuruni anak tangga dan perlahan meninggalkan Piaynemo.

Sore itu sudah pukul 15.30, butuh waktu satu jam untuk menuju Pasir Timbul kata Pak Bau, kami pun bertanya2 apa sih Pasir Timbul itu..setelah satu jam perjalanan, speedboat kemudian memperlambat lajunya dan mendekati sebuah pulau kecil yang hanya terdiri dari pasir, ternyata itulah yang disebut Pasir Timbul, pulau pasir yang muncul ditengah lautan Raja Ampat, kami menikmati suasana disana sambil menunggu sunset…dan perlahan matahari pun mulai tenggelam..kamipun terpana melihat tenggelamnya matahari di ujung pulau Indonesia…soo sooo speachless (again..and again)..

20141031_175806

20141031_155759 20141031_155139 20141031_175732 20141031_174115 20141031_163753 20141031_163519

Setelah puas menikmati sunset, pukul 18.00 kami kembali ke homestay, butuh 1 jam perjalanan kembali ke homestay, lautan sudah nampak gelap, namun cakrawala langit tetap nampak indah di pandang mata.

20141101_043742 20141101_043707

Sesampai di homestay, istri Pak Bau sudah menyiapkan makanan ringan, singkong, pisang dan ubi goreng sambil menunggu makan malam.  Kami pun bergantian mandi dan berganti pakaian. Pak Bau ini tau persis kami ini anak kota yang tidak bisa lepas dari hp, sehingga, di homestay nya sudah disediakan banyak stop kontak untuk charge hp! hahaha… Tak lama berselang, makan malam pun datang, ikan tato bakar yang besaar beserta lauk pauknya…wah mantap sekali penutup hari ini…Alhamdulillah…

1 November 2014

Sabtu pagi, jam 5 kami sudah bangun untuk solat subuh, sambil packing2 baju, karena siang jam 11, kami harus sudah berada di pelabuhan waisai untuk kembali ke sorong. Menurut Pak Bau, ada beberapa agenda sebelum kita ke pelabuhan waisai, yaitu mampir ke Waiwo Dive Resort dan Pantai WTC. Andai saja kapal ferinya menyeberang pukul jam 2 siang, menurut Pak Bau kita masih sempat mampir ke Desa Arbonek dengan speedboat, sayang seribu sayang jadwal feri di hari itu pada pukul sebelas siang.

Setelah bergantian mandi, kami berama-ramai ke pantai Saleo untuk berenang, ternyata wah pagi itu pantainya surut…hahaha, alhasil, kamipun hanya duduk2 santai di perairan yang surut, sesekali mila, ngapung di pantai dangkal hihii, yang bikin betah tentu saja suasana terbit nya sinar matahari di Pantai ini, wah bener2 gak bisa ke lain hati deh…

20141101_045652 20141101_050315 20141101_050407 20141101_050736 20141101_050801 20141101_050937 20141101_051007

Sudah puas narsisnya, kami pun segera sarapan, dan tak lama mobil sewaan datang untuk menjemput kami, perjalanan ke Waiwo Dive Resort hanya memakan waktu 15 menit saja, katanya itu Resort yang sering disewa selebritis kita kalau ke Raja Ampat. Denger punya denger, hari itu ada Pak OC Kaligis yang lagi nginep disitu…suit..suit…

Pak Bau ini tau kalau anak travelmate ini doyan banget foto2, makanya beliau kasi spot tempat yang asik buat kita foto2 seperti di Waiwo ini, alhasil bisa dilihat hasil jepretan narsis kita nih hehehe..

20141101_073020 20141101_074218 20141101_074302 20141101_074534 20141101_074615 20141101_074743 20141101_075120 20141101_075132 20141101_075605

Setelah puas di Waiwo, kami segera menuju Pantai WTC, pantai ini tidak jauh dari Pelabuhan Sorong, sekilas kalau dilihat, pantai ini mirip banget sama Ancol..hehehe. Suasana sudah cukup terik, sehingga kami memutuskan tidak terlalu lama di pantai WTC ini, lagipula waktu sudah menunjukkan pukul 10.30, sudah waktunya kami kembali ke Sorong via Kapal Feri, tak lupa kami foto-foto lagi di depan kantor pelabuhan, sebagai kenang-kenangan kami di Raja Ampat…

Bye bye paradise on earth…will see u again soon at our next dream destination…MISOOL….

20141101_082839 20141101_083734 20141101_084153 20141101_084434 20141101_084837

 

 

Raja Ampat Trip 31 Oktober 2014 part-1


Raja Ampat….

Semua orang pasti setuju kalau Raja Ampat adalah salah satu dream destination semua traveler, tidak hanya di Indonesia, tapi juga mancanegera, taman bawah lautnya oleh mbak trinity disebut the seventh heaven. Wayag dan Misool menjadi destinasi paling diimpikan….

Travelmate sendiri sebenarnya tidak ada rencana ke Raja Ampat tahun ini, hanya saja, beberapa anggota Travelmate yang kebetulan pekerjaannya saling berhubungan satu sama lain, bulan Oktober ini mengadakan kegiatan pelatihan di Sorong. And when you’re in Sorong, your’ only two hours away from Raja Ampat, so why not we try to go there…..Itu yang terfikirkan di kepala kita saat itu.  Tidak ada satupun dari kita yang berani memastikan keberangkatan ke Raja Ampat, sampai kita bertemu Pak Bau, nama panggilan populer beliau, salah satu mantan anggota dinas pendidikan setempat yang kebetulan menjadi peserta pelatihan kegiatan kami. Dari Pak Bau lah tawaran untuk ke Raja Ampat kembali muncul, karena ternyata beliau adalah asli orang Waisai, Ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Beliau tidak hanya punya rumah disana, tapi Beliau beserta keluarganya memiliki beberapa homestay untuk para traveler yang ingin ke Raja Ampat.

So bagai gayung bersambut, koordinator kami untuk perjalanan ini, Mila, berdiskusi dengan Pak Bau untuk rencana perjalanan dan biaya yang dikenakan per masing2 orang. Dalam 3 hari, semuanya diputuskan, kemana dan berapa sharingnya. Dari daftar 20 orang yang mau berangkat, last minute ternyata berkurang menjadi 13 orang. Keputusan ini mempengaruhi sewa speedboat, karena yang tadinya akan sewa speedboat untuk 25 orang, akhirnya kita sewa speedboat yang lebih kecil, yang muat untuk 15 orang. Perjalanan ke Raja Ampat dimulai tanggal 31 Oktober dari Sorong dengan menyeberang ke Waisai, Ibukota Raja Ampat dengan menggunakan kapal feri pada pukul 09.00 pagi dari pelabuhan Sorong.

Gw sendiri baru bergabung last minute, karena masalah pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, gw juga termasuk yang beruntung karena bisa terbang ke Sorong by free #adasponsor hehehe….so its like a dream come true for me to get here…one of my own dream destination….plus ditambah menuju ke Sorong dengan naik pesawat Garuda Indonesia …wah bener2 ‘sesuatu’ banget, secara travelmate biasa traveling naik budget airlines hahaha….

Jam 8 pagi kita sudah berkumpul di Pelabuhan Sorong, untuk menyeberang ke Waisai, Pak Bau sendiri yang menjadi pemandu kami dalam perjalanan ini. Kami duduk di kelas ekonomi. Menurut Pak Bau perjalanan ke Waisai memakan waktu 1.5 – 2 jam perjalanan sambil membagikan tiket atas nama kami masing-masing. Jam 09.00 pagi, kapal pun berangkat, wow tergolong tepat waktu sekali keberangkatannya…dan benar, 1.5 jam kemudian kapal  merapat di Port of Waisai..ibukota Raja Ampat..Selamat Datang di Raja Ampat…Piece of Paradise…

20141031_07154520141031_09541720141031_09523320141031_07305820141031_08224420141031_095132
20141031_095148

Sesampai di Waisai, kami sudah ditunggu oleh mobil sewaan kami yang diatur oleh Pak Bau, dari Pelabuhan Waisai, kami langsung menuju homestay kami yang berjarak sekitar 15 menit dari pelabuhan, melewati jalan perbukitan yang terjal, dan melewati lokasi pembangunan bandara di Waisai yang masih dalam tahap pengerjaan. Jika bandara ini selesai, dari Makasar atau Manado, pengunjung yang ingin ke Raja Ampat bisa langsung ke Waisai tanpa harus lewat Sorong.

Letak homestay milik Pak Bau ini persis di pinggir pantai Saleo, salah satu pantai yang ada di Waisai, selain Saleo. Sampai di Pantai Saleo, kami semua berdecak kagum…Wowww Pantai nya so original, bersih, airnya super bening..waaah pokok nya kita loncat2 kegirangan bisa menginap di sini. Kebayang deh semua pada pengen berenang and berendam di air yang super jernih dan biruu ini…mantapppp…………

20141031_10273620141031_102356

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30, Pak Bau mengingatkan kami untuk sholat jumat. Beliau mengajak kami sholat jumat di desa nya, yaitu Desa Saonek, sekitar 15 menit perjalanan menggunakan speedboat. Sampai disana, kami terkagum-kagum karena desanya yang bersih, asri, dan masjid nya yang sangat besar! Subhannallah…

20141031_111312 20141031_112002 20141031_112006 20141031_112011 20141031_111250 20141031_112137 Setelah sholat jumat, jam 12.30 kami segera kembali ke pantai untuk melanjutkan perjalanan,  target kita hari ini adalah mencapai Pulau Piaynemo, miniatur dari Pulau Wayag, selama ini, Wayag memang dikenal sebagai icon-nya Raja Ampat, tidak hanya pemandangan diatas lautnya yang indah, tapi juga pemandangan lautnya yang menurut para diver, the best in the world…

Namun karena Wayag saat ini sedang ditutup Pemda setempat untuk penertiban pungutan2 liar yang ada di sana, Pak Bau mengajak kami ke Piaynemo,  miniatur dari Wayag…

Perjalanan ke Piaynemo memakan waktu kurang lebih 2.5 jam dari desa Saonek, melewati lautan lepas…oh my God…we are so small here… menerjang ombak, serasa main niagara di dufan tapi lamaaa…ga abis2..huhuhu..

20141031_141340 20141031_134103 20141031_130140

Akhirnya  sampai juga kita di Piaynemo homestay untuk registrasi, per kapal membayar Rp.300.000 untuk naik ke atas bukit Piaynemo..what?? naik ke bukit??? Semua bertanya2, sampai kita bertemu anak tangga untuk naik ke atas bukit, Kata Pak Bau, kalau mau lihat gugusan bukit seperti di Wayag, ya harus naik ke atas,…hmm okay..so berapa anak tangga untuk sampai keatas??? yep its 360 stairs!!!, lumayan engap buat kita2 yang sudah ada masalah dengan faktur U…hadeh…But all the heavy trip was worth it saat lo uda sampai puncak bukit…soo speachless, hanya bisa berkata, Subhanallah indahnya ciptaan Allah di bumi papua ini….

20141031_142409 20141031_143510 20141031_143445 20141031_142338 20141031_141813 20141031_141746 20141031_144427 20141031_144148 20141031_144143 20141031_144138piaynemo

Pengalaman jadi Tour Leader: JKT-SG-PNP-HCMC-KL Trip 8-12 Jan 2014

Halo Travelmate….

Sebenarnya ini late post, karena perjalanan ini sudah kita lakukan bulan Januari lalu, tapi memang perjalanannya agak beda, karena ini perjalanan by request. Maksutnya??? Jadi tahun baru 2014 travelmateid uda dapet job nich…. job jadi tour leader. Wow…free trip doung..iya laaaah..hehehe gratis..tis tis…ide perjalanan ini disampaikan oleh salah satu pimpinan perusahan konsultan di Jakarta, kita sebut saja Mr. T ya..hehehe,  dalam rangka rencana beliau pengembangan bisnis travel backpacker yang memang sekarang mulai menggeliat dan pasarnya sangat besar. Hmm… Continue reading