[Day -2] Journey Singapore Trip 22-24 October 2011 by Dinna

[Day -2] 23 October 2011

Hari ke-2 (kedua) jadi hari yang paling exiting, karena kita akan seharian keliling-keliling tempat di singapur, pagi yang manis  semua sudah mandi, sarapan roti, teh dan kopi dari hostel, jam 7.30. (semangat 45 naluri belanja sudah di ubun-ubun) kita yang cewek-cewek  jalan duluan ke area Bugis (MRT Bugis, satu jalur dengan stasiun kita Aljunied), yang cowok-cowok, karena pak kepala suku – Mercy belum mandi (dasar pemalas), akhirnya mereka nyuruh kita duluan,

Malaya Heritage

The Sultan Mosque

ketemu di Bugis Street.  So, the 4th girls menikmati suasana pagi di bugis, keluar MRT Bugis, kita menuju Mesjid Sultan, yang katanya salah satu mesjid tertua dan terbesar di Singapur, menikmati suasana jalan raya yang sepi krn perkantoran tutup di hari minggu. Di depan Mesjid Sultan sebenarnya ada Malaya Heritage Centre, tapi ditutup krn sedang dipugar. So kembali kearah bugis junction lewat jalan belakang, melewati national library dan iluma, dari bugis junction kita nyebrang ke bugis street, nongkrong depan Burger King sambil nunggu cowok-cowok dateng. Gak lama, pasukan cowok dateng , and mulailah kita berbelanja di bugis street, gak banyak yang kita beli, krn menurut info, harga-harga di Chinatown lebih murah.  Kita lanjut menyusuri bencolin street, waterloo street, sampai ke national museum. Dari situ melanjutkan perjalanan menuju Clarke quay melewati fort canning park,

Fort Canning Park

salah satu taman yang terkenal disana, sayangnya kita gak lewat jalan bras basah dan Armenian street, jadi gak bisa mampir ke Chijmes dan peranakan museum, perjalanan lewat fort canning  park lumayan bikin gempor, akhirnya begitu sampe clark quay, foto-foto di Singapore river (walopun airna coklat ga ada sampah cuy), kita lanjut ke china town naik MRT Clarke Quay, tidak seperti rencana semula mau jalan kaki hihihi. Untuk informasi MRT Clarke Quay ada di jalur ungu sejajar dengan Chinatown, Little India, dan HarbourFront (tempat kita naik Sentosa Express menuju Pulau Sentosa)

Bugis Street

Toko di Bugis Street

Kalo uda sampe Chinatown, di pikiran kita pasti cuma satu, cari pasar buat belanja…xixiixi. Akhirnya kita menuju Pagoda Street yang terkenal dengan night marketnya, tapi pasarnya ttp rame kok siang, ya namanya turis, setiap saat ada. Bener lo, kalo di Bugis, 10 dolar Cuma dpt 18 gantungan kunci, di Chinatown 10 dolar bisa dapet 30 gantungan kunci! Serius! Uda puas belanja di Pagoda Street, kita menuju Mesjid Jamae Chulia yang berada di sampingnya, sholat dulu. Dari situ tadinya kita mau ke Orchard, tapi krn anak2 uda ngebet ke Pulau Sentosa ,akhirnya kita putuskan lanjut ke Pulau Sentosa.

kapel et chaina town

Untuk menuju pulau Sentosa, kita harus menuju MRT menuju ujung stasiun di Harbour Front, naik keatas melewati Vivo City Mall, di lt.3, kita naik Sentosa Express. Kalau kita mau kita bisa beli tiket permainan di Vivo City, ada tiket satuan ada tiket terusan, tapi sebagai backpacker, ya kita tentu gak beli tiket, ntar disana cari hiburan gratisan aja hehehe. Sentosa Express memiliki 3 stasiun, stasiun pertama yang kita turuni adalah Waterfront, tempat nya Universal Studio berada. So…bergayalah kita foto (belom afdol kalo  ga narsis di depan bola muter)

sentosa island

Ga Afdol kalo ga poto di universal

di depan Universal Studio, secara untuk masuk tiketnya cukup mahal (sekitar Rp500rb). Hmm next trip ya…hehehe. Udah puas narsis (ga nyampe lompat-lompat koq) di depan Universal Studio, kita lanjut menuju stasiun Imbiah, ada banyak permainan juga disana, tapi kita foto-foto saja di depan patung raksana merlion, dan lanjut ke stasiun beach, naik kereta gratis menuju pantai Siloso. Gak tau kenapa ya, menurut kita kok Pulau Sentosa gak sekeren yang dibicarain orang (beti sama antjol), apa karena kita yang kere banget sampe ga bisa nyoba permainannya atau emang ga suka aja. Akhirnya kita sepakat segera meninggalkan Pulau Sentosa dan menuju Little India untuk ke Mustafa centre (biasalah belanja muraaah), hahaha dasar orang Indonesia, ketauan deh doyannya belanja.

Kita kembali ke stasioun harbor Front untuk menuju little India, sampai disana, ada yang menarik, wilayah ini lebih padat dan lebih ramai (sunday off) dari wilayah lain yang relatif sepi. Dimana-mana orang berkerumun, satu lagi, orang india disini ga ada yang kayak di film-film India, pokoknya beda banget. Kita pun menuju Mustafa Centre, pusat perbelanjaan 24 jam,

Mustafa Center Sg

dan mulailah perburuan belanja dimulai lagi. Dari koper, coklat, parfum, dll. kalo gue karena anak gue nitip transformer tank, gue jalan ke basement tempat mainan, untung ada maenannya, dan murah pula. Niatnya sih mau cariin misua spion Yamaha, tapi ternyata pusat onderdil sepeda motor di Jalan besar hanya buka senin-jumat..yaaah, next trip ya yaahhh.. hehehe

Puas belanja, kita makan di Madura,s  restaurant,

Madura Resto

Alex;soto dong satu, waitress; Hello this is india resto

nama Indonesia tapi sebenarnya restoran India Melayu, akhirnya yang kita makan pun tetapi nasi goreng dan mie goreng hahaha. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam, kita putuskan untuk ke orchard, krn masih ada waktu sampe jam 12 malam sebelum MRT selesai beroperasi. So kita jalan dr Mustafa centre menuju MRT, tadinya kita mau ke MRT Little India, tapi ternyata, kita baru tau kalo Mustafa itu lebih dekat ke  MRT Ferrer Park..hehehe.  Dari Ferrer park kita menuju MRT Dhobi Ghaut yang merupakan interchange jalur ungu dan jalur merah, karena orchard ada di jalur merah. Dari Dhobi gaut kita menuju Orchard, dan keluar melalui Wisma Atria untuk menikmati suasana orchad di malam hari, nongkrong depan Lucky plaza dan ngee Ann city sambil menikmati es potong Singapore yang terkenal itu yang Cuma 1 dolar. Menjelang jam sebelas, kita kembali ke MRT untuk kembali ke Hotel.

Nampang Di depan stesien Orchard

Nampang Di depan stesien Orchard

Karena MRT orchad jalur merah, kita harus pindah ke jalur hijau, dan interchange jalur merah dan hijau ada di MRT City Hall, so kita menuju City Hall dan lanjut kearah Jurong da n turun di Aljunied. Dari stasiun, kita gak langsung pulang, pusing-pusing daerah ini sebentar sekalian cari warnet (cyber cafe) untuk download tiket babah, karena babah mau ada M3 di starbak raffles city sama orang oracle (gaya beneurr) jadi pulangnya beda pesawat. ketemu warnet kami masuk ternyata windowsnya bahasa china bikin pusing (cakar-cakarin bangku), untuk browsing kita cuman liat icon mozilla firefox. maen internet di singapore harus lapor (catet no passpor dan nama) dan deposit 2 dollar, koneksi internetnya lumajan ngacir jalibuatcewek, ga recommended jalan sendiri ato jalan tanpa ditemani cowok, krn daerah ini terkenal sebagai red light district (cari sendiri artinya ya..hehehe). Kita kembali ke hotel sekitar jam 1 malam

2 thoughts on “[Day -2] Journey Singapore Trip 22-24 October 2011 by Dinna

  1. koreksi ci..itu buka malay heritage mosque, tapi The Sultan Mosque alias Mesjid Sultan, Malay Heritage Centre, gedungnya depan Mesjid Sultan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s