Penang Weekend

Jumat, 4 Oktober 2013

Halo travelmate.id, back again…senang banget lo bisa bercerita kembali pengalaman perjalanan kita backpakeran ke beberapa tempat yang menarik.

Kali ini kita backpakeran kita ke Penang, Malaysia. Pasti nanya kenapa Penang sih?

Well, dari hasil cari-cari info sana sini, terutama pas abis baca buku naked traveler 4 nya mbak trinity yang kondang itu, salah satu tempat yang segala sesuatu yang murah meriah dan makanannya enak itu ada di Penang. Hmm jadi penasaran…So, ketika ada promo Air Asia ke Penang bulan Januari 2013 lalu, kita pun tidak melewatkan kesempatan ini, apalagi pas tanggal keberangkatannya Jumat-Minggu (4-6 Oktober 2013), nice time to get away at the weekend…

Oya tiket promo kita cuma bayar 736 ribu pp, hehehe, murah kan? Apalagi tidak lama setelah itu, Tune Hotel juga ada promo hotel, kita pun tidak melewatkan kesempatan ini untuk book hotelnya. Dua malam lengkap dengan fasilitas AC+toiletries cukup bayar 150rb sudah untuk 2 orang. Mantap…

Peserta ke Penang gak banyak, kita berempat saja, tapi tidak mengurangi semangat jalan-jalan kita loh… Dari rumah masing-masing kita berangkat jam 11 siang sampai Bandara Soeta Terminal 3 kurang lebih jam 1 siang. Karena sudah web check in dan gak ada bagasi, kita langsung naik ke lantai menuju imigrasi dan kemudian baru membayar airport tax 150rb di ruangan boarding. Flight ke Penang sendiri jam 15.00 WIB. Penerbangan ke Penang memakan waktu 2.5 jam. Sampai di Penang International Airport sudah jam 6.30 sore (1 jam lebih awal dari Jakarta).

Baca punya baca…Penang disebut juga Pulang Pinang, Ibukotanya adalah Georgetown yang merupakan kota yang diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2008 karena berhasil melestarikan bangunan-bangunan-bangunan tua bersejarahnya yang berasitektur tinggi perpaduan gaya eropa dan asia. Wow…jadi tambah penasaran aja deh….

So setelah lepas imigrasi, dan tukar uang di money changer, kita segera keluar airport. Dari info yang kita dapat, di Penang, kalau mau kemana-mana, selain modal jalan kaki, tinggal naik bis umum mereka yang namanya Rapid Penang. Ada pula bis khusus turis MPPP CAT yang gratis, tapi rutenya di area-area tertentu di Georgetown.

Kita pun keluar dari bandara, jalanannya terlihat terbagi 3, yang terdekat dari gedung terminal adalah jalanan untuk taksi, yang di tengah itu jalanan untuk mobil pribadi, setelah itu terlihat jalan umum dimana kita bisa naik bis di halte persis depan terminal. Bis menuju pusat kota bernomor 401E, tulisannya Balik Pulau – Jetty (artinya perjalanannya menuju ke Pangkalan Jetty, terminal bis utama di kota Georgetown).

Kita pun bergegas naik, bayarnya per orang 2.7 RM. Ingat lo, supir bis nya ternyata tidak terima kembalian, jadi pastikan kita uda bawa uang pas, karena kita ber-4 sekitar 10.8 RM, akhirnya kita bayar 11 RM ke supirnya. Berpegang pada peta, untuk menuju Tune Hotel, kita harus berhenti di KOMTAR, terminal bis penghubung di kota Georgetown, jadi kalau mau kemana-mana naik bis, tidak harus ke Pangkalan Jetty, tapi bisa ke KOMTAR, karena semua bis dari Pangkalan Jetty pasti lewat KOMTAR.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, supir bisnya member tahu kalau kita sudah sampai KOMTAR, info yang kit abaca dari websitenya Tune Hotel, letak Tune Hotel Downtown Penang adalah di 100 Jalan Burma, Georgetown, 10050 Georgetown (jalan kaki 8-10 menit dari KOMTAR).

Awal-awal agak bingung juga walaupun sudah pegang peta, akhirnya kita putuskan bertanya ke penduduk lokal, dan dengan ramah mereka menunjukkan jalan ke Tune Hotel, yang ternyata dari posisi kita turun, memang hanya tinggal jalan lurus dan belok kiri di perempatan jalan. Dari situ Tune Hotel sudah terlihat dari kejauhan. Waktu sudah menunjukkan jam 9 malam ketika sampai di Tune Hotel, lobbinya ada di lantai 2. Tepat dibawah Tune Hotel ada 7 eleven store. Tune Hotel Downtown Penang juga di samping New World Park, tempat makan dan nongkrong di café-café seperti Starbuck, Old Town, dll. Ada tempat untuk pertunjukan dan belanja-belanja. Sayang harganya gak cocok dengan kantong kita..hahaha.

Image

Setelah check in dan mendapatkan kamar di lantai 4, kita putusin untuk naro barang2 kita dulu sebelum kita keluar lagi untuk cari makan malam. Eh Kaget dan kagum juga lihat kamarnya, dengan harga yang murah, kamarnya ternyata walaupun kecil tapi terlihat cukup wah…

Image

Setelah istirahat dan mandi, jam 10 malam kita keluar cari makan malam. Karena menjelang weekend, suasana di luar masih ramai. Penang memang terkenal dengan jajanan dan kedai-kedai yang ada disetiap sudut jalanan di kota ini. Untuk teman-teman yang muslim, restoran muslim 24 jam juga bertebaran, kita sendiri menemukan warung makan Nasi Kandar Pelita di Jl Mc Alister. Makanannya bervariasi dari harga 3-12 RM. Soal rasa, kita akui taste-nya memang lebih enak dari yang pernah kita makan di KL atau Singapura. Pesanan kita sup daging, mee goreng, dan nasi goreng ayam plus teh tarik, hmm segar dan mantap, benar-benar memuaskan rasa lapar kita seharian. Pesanan ber-4 habis sekitar  20 RM. Setelah itu kita bergegas balik hotel karena turun hujan malam itu di Penang, tapi sebelumnya tak jauh dari hotel kita beli burger seharga 3.5 RM (lengkap dengan telor dan daging ayam/sapi porsi besar) untuk sarapan kita.

Image

Sabtu, 5 Oktober 2013

Hari Sabtu kita sepakat keluar pagi jam 7 untuk mengejar perjalanan ke Penang Hill. Tentu saja sudah sarapan karena malamnya kita sudah beli burger untuk sarapan. Jam 7 kita ketemuan di lobbi hotel di lantai, salah satu rekan ternyata sudah ada disana menikmati kursi pijat di ruangan lobbi seharga 1 RM untuk 5 menit pijat..hehehe. Di ruangan lobbi juga ada restoran jika kita mau sarapan, ada tempat untuk menyetrika baju ada tempat buat main games, nonton tv, dan ada PC yang bisa digunakan gratis, tetapi harus minta user name dan password dulu ke resepsionisnya. Kalau yang mau jalan-jalan pake travel/tour, di lobbi juga ada ruangan yang siap mengurus tur yang kita mau, tapi suudah pasti biaya tur nya lumayan mahal, karena pake mobil charteran khusus.

Dari Hotel kita berjalan menuju KOMTAR, info yang kita dapat, untuk ke Penang Hill kita harus naik bis Rapid Penang No. 204, bis itu habisnya persis di depan Penang Hill, jadi gak perlu kuatir kelewatan atau salah turun halte bis. Bayarnya cukup 2 RM per orang. Rapid Penang ini bis nya mirip bis umum di Singapura, kalau di kita mungkin seperti Busway. Untuk ukuran bis umum, AC nya luar biasa dingin, apalagi cuaca di Penang masih mendung karena hujan di malam harinya.

Image

Untuk menuju puncak bukitnya yang disebut juga Bukit Bendera, kita harus naik tram seharga 30 RM pp. Sebenarnya lumayan mahal, tapi sengaja kita sisihkan untuk bisa menikmati perjalanan naik Tram ke atas. Yang menarik adalah kita menaiki tram dengan sudut kemiringan 45 derajat. Lumayan seru juga, perjalanannya sekitar 10 menit ke atas.

Image

Begitu sampai di puncak, dari atas Penang Hill, kita disuguhkan pemandangan kota Penang. Sayangnya pemandangan ini terganggu oleh kabut yang masih menyelimuti puncak bukit. Akhirnya kita memutuskan foto-foto saja di sekitar Penang Hill yang juga ada Musium Burung Hantu (Owl Museum), Masjid dan Kuil di Puncak Bukitnya

Image

Setelah berleyeh-leyeh di bukit bendera, jam 10 kita putuskan untuk turun..kita sengaja duduk dekat pengendali tram-nya sambil ngobrol dan melihat-lihat bagaimana tram ini dioperasikan. Hebat lo, ternyata tram ini sudah dioperasikan dengan system computer, jadi gak ada masinisnya, operator nya hanya tinggal melihat ke layar untuk mengendalikan jalannya tram naik/turun. Tram ini buatan swiss katanya…Mantap…

Image

Kembali ke bawah, kita menuju Kek Lo Si Temple yang katanya adalah kuil Budha yang terbesar di Asia Tenggara. Lokasinya tidak jauh dari Penang Hill. Sebenarnya bisa naik bis 204 lagi, tapi karena bis nya ngetem terlalu lama, kita putusin jalan kaki saja…wew lumayan 5 km ada kali hehehe, untuk cuacanya tidak terlalu panas. Lokasinya menaiki anak tangga yang cukup tinggi. Menuju Kuil Kek Lo Si kita melewati pedagang-pedagang souvenir khas Penang di kanan kiri tangga, sambil liat2, kita pun membeli beberapa souvenir yang cocok di kantong kita…apa ayo…..yep gantungan kunci, tempelan kulkas dan kaos hehehe…Gantungan kunci isi 6 seharga 10 RM, tempelan kulkas 10 RM dapat 3, kaosnya antara 5-15 RM, tergantung bahan dan ukuran kaos yang kita beli.

Di tengah-tengah perjalanan terdapat kolam yang berisi puluhan kura-kura. Setelah itu kita melewati taman dan anak tangga utama menuju kuilnya yang berada di atas. Kuil ini memiliki banyak sekali patung-patung dewa mulai yang kecil sampai yang terbesar yaitu Patung Dewa Kuan Yin yang berada di puncak kuil. Di kuil ini juga ada Pagoda 7 tingkat yang dikenal sebagai Pagoda 10.000 Budha. Sayangnya karena sudah kelelahan kita mutusin gak naik lebih lanjut untuk mendekati pagoda dan patung Budhanya. Setelah foto-foto di beberapa tempat, kita mutusin untuk turun dari kuil.

Image

Sesampai di bawah waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, kita pun memutuskan makan siang di hawker stall yang ada di sekitar kuil. Kali ini kita mencicipi Asam laksa penang seharga 4.5 RM. Rasanya smriwing2 gitu deh, terasa sekali taste seafoodnya terutama udang dan cuminya…hmmm. Kita juga mencicipi Ais Kacang khas Penang yang katanya enak sekali, harganya pun murah 4 RM saja. Coba punya coba, hmm yes its delicious indeed…

Image

Lanjut, setelah makan kita berjalan menuju halte bis terdekat untuk kembali ke KOMTAR, kali ini kita naik bis 203 yang kebetulan sedang ngetem di halte bis, setelah membayar 2 RM, kita pun duduk dan tertidur pulas di bis sampai bis sampai di KOMTAR, naik turun tangga plus jalan kakinya ternyata cukup menghabiskan energi kita. Kita mutusin balik hotel dulu untuk taro beberapa barang dan juga sholat. Sekitar jam 3 sore, kita siap di depan hotel untuk menuju wisata kita selanjutnya…Batu Feringgi Beach.

Batu Feringgi beach bisa dicapai dengan naik bis 101 jurusan Jetty – Tanjong Bungah yang kebetulan berhenti di halte bis dekat Tune Hotel Downtown Penang, perjalanannya memakan waktu 30 menit dengan biaya 2.7 RM per orang. Bilang saja ke drivernya turun di Batu Feringgi. Perjalanannya lebih berliku-liku dibandingkan perjalanan ke Penang Hill. Jalannya berkelok-kelok, dengan banyak tikungan tajam dengan pemandangan pesisir pantai. Sebenarnya dalam perjalanan kita melewati masjid terapung penang, tetapi kita memutuskan untuk fokus perjalanan ini ke Batu Feringgi beach.

Haltenya persis di depan Golden Sand Resort, kita turun dan berjalan ke pantai disamping resort tersebut. Pantai Batu Feringgi sekilas seperti Tanjung Benoa di Bali, disana banyak aktivitas watersport seperti jetski, banana boat, parasailing/paralayang, dll. Kita memutuskan duduk2 santai sambil sesekali bermain-main di pinggir pantai sekaligus menunggu sunset sambil mengamati aktivitas turis2 lain yang asik bermain banana boat, jetski dan parasailing. Kegiatan parasailing paling menarik untuk diliat, pengen juga si, tapi nyali ini ternyata ciut juga, kalah deh sama anak bule umur 7 tahun yang dengan pedenya melayang-layang di udara dengan parasut yang ditarik oleh kapal boat.

Image

Tunggu punya tunggu, sampai jam 6 sore, sunset nya sama sekali tidak keliatan, karena awan mendung yang menutupi matahari, akhirnya kita putuskan berjalan-jalan di sekitar area Batu Feringgi. Menurut informasi orang lokal disana, kalau malam ada night market d sepanjang jalan batu feringgi, baru ramai sekitar jam 8 malam sampai sekitar jam 2 pagi. Niat awal, pengen tunggu pedagang pasar malam ini buka, karena pada saat kita disitu, baru sebagian kecil saja kedai-kedai yang baru buka. Salah satunya kedai es cendol durian Pak Haji yang yummy banget. Harganya 3 RM saja,

Image

Lagi asik ngobrol, tiba-tiba hujan turun, akhirnya kita memutuskan kembali ke kota naik bis 101 menuju ke Pangkalan Jetty, targetnya tadinya mau cari Sri Weild Food Court yang katanya hawker food stall paling terkenal di Georgetown, tapi sesampai di Jetty, hujan semakin deras, untungnya kita berteduh di sebuah warung makan kecil dekat pangkalan jetty. Kitapun mutusin makan disitu, dan kemudian naik free shuttle bis MPPP CAT. Dari peta, bis ini melewati jalan dekat hotel kita di Jalan Burma, kita pun minta supir bisnya diturunkan di halte terdekat hotel kita. Jam 10 malam kita sampai di hotel dan memutuskan istirahat untuk besok menyiapkan stamina jalan-jalan seputar Georgetown.

Minggu, 6 Oktober 2013

Jam delapan pagi, kita janjian di lobby, karena hari terakhir, kita mutusin untuk langsung check out dari hotel. Berbekal peta kota Georgetown, kita mulai berjalan kaki menyusuri jalan menuju kota tua Georgetown.

Image

Start kita adalah dari Jl. Penang, melewati Chowrasta Market, area China Town, suasananya sangat ramai, karena pagi-pagi banyak orang berbelanja di pasar ini. Kita sendiri membeli beberapa kue untuk sarapan.

Image

Lanjut dari situ, kita menuju Jl. Lembuh Campbell, kemudian terus menuju lebuh Buckingham itu menuju Masjid Kapitan Keling. Masjid Kapitan Keling sudah masuk dalam area Little India, merupakan mesjid yang berdiri di abad 19 oleh para pedagang muslim yang berasal dari India.

Image

Setelah puas foto-foto, kita pun sarapan di Kapitan Restoran. Di restoran ini salah satu makanan khasnya adalah roti canai, menu lain belum tersedia karena masih pagi.

Image

Setelah makan, kita melanjutkan perjalanan menuju St George Church. St George Church merupakan salah satu gereja tertua di Asia Tenggara, juga didirikan abad 19.

Image

Setelah itu kita lanjut melewati gedung Mahkamah Tinggi, Kantor Dewan Sri Penang, Bank Negara Malaysia, sampai menuju Town Hall, City Hall, dan War Memorial yang berada dekat dengan pantai dan taman kota. Suasananya bener-bener sangat enak buat bersantai-santai.

Image

Dari war memorial kita melanjutkan perjalanan ke fort Cornwallis, benteng yang dibangun di abad 18, letaknya berhadapan dengan clock tower.

Image

Dari clock tower, kita pun melanjutkan perjalanan ke jalan utama Georgetown, dari mulai lebuh light, lebuh pantai, dan lebuh china, jalanan ditutup untuk mobil, sehingga kita bisa menikmati gedung-gedung berarsitektur eropa yang keren-keren. Bener-bener suasananya bukan seperti di Asia. Yang paling keren adalah gedung-gedung bank seperti HSBC, Standard Chattered Bank, RBS, dll. Amazing building…kamera di tangan tak habis-habisnya jeprat jepret semua gedung yang ada di area ini, pantes kalau dapet gelar UNESCO Heritage karena memang semuanya terjaga dengan baik.

Image

Oya sri weild food court yang terkenal itu juga ada di jalan ini, tapi karena masih pagi, kedai-kedainya belum banyak yang buka. Anak-anak juga banyak yang naik sepeda dan ber sepatu roda. Ada juga yang sedang photo session. Cuaca pun sangat cerah sehingga car free day ini benar-benar dinikmati oleh semua orang.

Image

Setelah puas foto-foto, kita melanjutkan perjalanan ke Pangkalan Jetty untuk mencoba naik ferry ke Butterworth. Menurut penduduk setempat menuju Butterworth, kita bisa naik ferry secara gratis, nanti baru kalau kita mau kembali ke Jetty, kita harus bayar 1.2 RM. Kapalnya cukup besar, kita bisa duduk-duduk atau berdiri menikmati suasana pelabuhan di sana. Ada kapal pesiar besar, dan Jembatan Pinang yang terkenal juga terlihat dari kejauhan. Perjalanan ke Butterworth memakan waktu 15 menit saja,

Image

sampai sana, kita memutuskan untuk makan siang kembali di hawker food stall di dekat terminal, kali ini kita memilih makan Tomyam sup. Selesai makan, kita kembali menyeberang ferry ke Pangkalan Jetty untuk naik bis ke Airport, bis no 401/401E menuju bandara.

Sampai bandara sekitar jam 3.30 sore, kita pun sholat dulu sebelum check in ke counter AirAsia untuk kemudian boarding sekitar jam 17.30. Jam 18.45, kita pun naik pesawat untuk kembali ke Jakarta, dan kita sampai Jakarta jam 8 malam.

Sebagai catatan akhir, selama 3 hari kita disana, seperti yang disampaikan diawal hotel dan tiket kita hanya memerlukan modal sekitar Rp. 886.000.- Sedangkan untuk transport, makan, dan jajan kami menghabiskan hanya 125 RM saja atau kurang lebih Rp. 500.000. Well benar2 wisata yang murah meriah kan? See you next year yah…bye.

2 thoughts on “Penang Weekend

  1. wah seru juga yah liburan ke Penang, apalagi kaenya itu makanannya enak2 banget dan harganya relatif murah lah.
    agendain ah nunggu promo dulu hehe.
    klo kesana bawa stroller kira2 memungkinkan gak jalan2nya disana mbak?

    skalian numpang promo blog baru sy yah sis siapa tau ada yg mau ngintip2 hehe : hanifalfajar.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s