Pengalaman jadi Tour Leader: JKT-SG-PNP-HCMC-KL Trip 8-12 Jan 2014

Halo Travelmate….

Sebenarnya ini late post, karena perjalanan ini sudah kita lakukan bulan Januari lalu, tapi memang perjalanannya agak beda, karena ini perjalanan by request. Maksutnya??? Jadi tahun baru 2014 travelmateid uda dapet job nich…. job jadi tour leader. Wow…free trip doung..iya laaaah..hehehe gratis..tis tis…ide perjalanan ini disampaikan oleh salah satu pimpinan perusahan konsultan di Jakarta, kita sebut saja Mr. T ya..hehehe,  dalam rangka rencana beliau pengembangan bisnis travel backpacker yang memang sekarang mulai menggeliat dan pasarnya sangat besar. Hmm…

Tentu saja, untuk lebih mendalami bagaimana perjalanan backpaker itu, Beliau dan rekan2 kita chalenge untuk menjalani seperti apa perjalanan ala backpacker. Gw sengaja kasih pilihan perjalanan yang pernah uda gw lakuin sebelumnya, biar perjalanannya lebih mudah. Dari beberapa opsi, akhirnya disepakati lah perjalanan Jakarta phnom penh via Singapore lanjut ke ho chi minh via darat untuk kemudian kembali ke Jakarta via Kuala lumpur tanggal 8-12 Januari 2014, dengan peserta 4 orang, Mr. T sendiri, Mr. R, Mr. N and Mr. A…(TRNA….boyband baru…hahaha)

Siapa dari travelmate id yang dapat kesempatan jadi tour leader? Yang pasti gue doung haha…Alhamdulillah rejeki gak kemana….

Adapun rinician perjalanan adalah sebagai berikut:

  1. Jakarta –Singapore 8 Maret 2014 menggunakan pesawat low budget Tiger Airways, no penerbangan TR 2275 dari bandara Soekarno Hatta International Airport (Soeta) Terminal 2D jam 11.25 siang dan sampai di Changi International Airport Terminal 2 pukul 2.10 siang waktu Singapura.
  2. Singapore – Phnom Penh 9 Maret 2014 menggunakan pesawat low budget Tiger Airways, no penerbangan TR 2816 dari bandara Changi Terminal 2 jam 7.20 pagi dan sampai di Phnom Penh International Airport pukul 8.10 pagi waktu Phnom Penh.
  3. Phnom Penh – Ho Chi Minh (HCMC) 10 Maret 2014 menggunakan bis Mekong Express, dari stasiun Orusey jam 7.00 pagi dan sampai di stasiun bis HCMC di jalan Pham Ngu Lao pukul 14.00 siang waktu HCMC.
  4. HCMC – Kualalumpur  (KL) menggunakan pesawat low budget Air Asia, no penerbangan AK 1451 dari Tan Son Nhat International Airport jam 10.35 pagi sampai di KL LCC Terminal pukul 13.25 siang waktu KL.
  5. Jakarta – KL menggunakan Malaysian Airlines no penerbangan MH 727 dari bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) jam 22.00 malam dan sampai di Soeta  terminal 2 D Jakarta jam 23 malam waktu Jakarta

Khusus untuk Malaysian Airlines, kebetulan lagi ada promo besar2an, makanya kesempatan ini tidak kita sia2kan…kapan lagi bisa naik fullboard flight dari KLIA…kan biasanya kita ngemper di LCC Terminal hehehe…..

 

JAKARTA-SINGAPORE, 8 MARET 2014

Like always guys, dalam penerbangan international, check in harus dilakukan 2 jam sebelum keberangkatan ya, Bapak ini sesuai rencana perjalanan yang sudah aku kirim by email seminggu sebelum acara, sudah kompak ngumpul di bandara Soeta Terminal 2D pukul 9.30 pagi and check in di counter tiger airways. Sebelum melewati petugas boarding, kami maksi dulu pake nasi uduk yang uda kita bawa dari rumah (dari pada nanti kelaparan di pesawat yang on-board menunya mahal)…setelah itu kita baru menuju ruang tunggu di D4. Kami naik ke pesawat sesuai jadwal boarding pada pukul 11.00, namun pesawat baru tinggal landas pukul 12.00 WIB karena traffic di Bandara Soeta yang cukup tinggi sehinggapesawat yang naik turun harus antri (huff bagaimana ini…..)

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1.5 jam. Waktu di Singapura lebih cepat 1 jam dari Jakarta, sehingga sampai di Changi Airport sekitar pukul 14.30 waktu singapura, terlambat setengah jam. Setelah melewati petugas imigrasi, dan karena tidak ada bagasi, kami segera menuju ke lantai bawah tanah terminal 2 Changi, karena kebetulan kereta MRT (Mass Rapit Transit) letaknya di terminal 2. Kami membeli kartu Singapore Tourism Pass (STP) senilai 20 SGD untuk 1 hari perjalanan full menggunakan bis dan kereta di Singapura. Kartu ini jika dapat dikembalikan ke ticket counter sebelum jam yang ditentukan 1 hari sesudahnya, dapat di refund senilai 10 SGD.

Singapore Touris Pass (STP) merupakan tiket terintegrasi antara MRT dan LRT (Line Road Transport), ini adalah salah satu jenis tiket transportasi terusan. Sebenarnya ada 3 macam tiket MRT yaitu tiket yang digunakan hanya sekali pakai atau single trip dan ada juga yang dapat diisi ulang atau EZ Link dan kartu unlimited ride selama 1 hari yaitu Singapore Tourist Pass. Btw sekarang MRT Singapore ada beberapa tambahan lines. Salah satunya downtown line yang menghubungkan Bugis dan Chinatown

Jauh-jauh hari gw uda book hostel via booking.com di Feel at Home backpacker hostel di Jalan 7A Pinang, Bugis. Lokasinya selain strategis, juga cukup murah untuk ukuran hostel di Singapura. Harganya SGD 28 per bed/orang. Untuk pria, kamarnya di 6-dormitory bed sedangkan gw di 4-female dormitory bed. Kamar dormitory ini maksudnya dalam satu kamar ada beberapa kasur/bed. Aku sampaikan ke Beliau2 yang artinya kita harus siap bercampur dengan orang lain dari negara lain, seperti gw yang harus bersama-sama satu kamar dengan cewe dari Australia dalam satu kamar khusus perempuan. Toiletnya shared bersama-sama, berada di luar kamar. Tapi hari itu tidak ada peserta lain di 6-dormitory bed, jadi beliau2 masih menikmati kamar b4 saja.

foto1 foto2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Btw lokasi Fee at Home backpacker hostel ini bener2 sangat strategis, like always dari Changi Airport kita menuju stasiun Tanah Merah untuk kemudian berganti jalur menuju stasiun Bugis. Hanya 8 stop dari Tanah Merah. Keluar menuju exit B, tepat di depan RS Raffles, melewati Arab street dan kemudian belok kanan di Jalan Pinang. Hostel ada di sebelah kanan jalan. Kelebihan lain dari Jalan Pinang ini adalah, jalannya berhadapan langsung dengan Masjid Sultan, masjid terbesar di Singapura, sehingga memudahkan kita yang muslim untuk menjalankan ibadah sholat.

foto3 foto4

Selesai Sholat, kami langsung menuju kembali ke stasiun Bugis untuk menuju Stasiun City Hall untuk melihat-lihat landmark utama dari Singapura yaitu Gedung Esplanade, Water Front dan Patung Merlion yang berhadapan tepat dengan gedung Marina Sand Bay dan Singapore Flyer. Begitu keluar dari stasiun Bugis kami menuju esplanade melewati city-link mall yang berada di underground station dan keluar tepat di luar gedung teater Esplanade yang berbentuk kulit durian terbalik dan menuju Patung Merlion melewati jembatan diatas water front, danau buatan yang dibangun oleh Pemerintah Singapura. Daerah ini merupakan landmark kota dari Singapura dimana semua gedung-gedung pemerintahan dan gedung-gedung bank menjulang tinggi di wilayah ini.

And…omygod, ternyata Bapak2 juga bisa narsis banget lo, full of gaya hahaha. Seru abis, tugas gw selain jadi tour leader juga jadi fotografer dadakan hehehe. Pokoknya semua gaya dicoba wkwkwkw.

 

foto5 foto6

foto7 foto8

 

 

Selesai menikmati wilayah ini, kita menuju kembali ke Bugis untuk cari makan. Di Bugis banyak pilihan makanan halal dan murah, walau kebanyakan restoran India dan Malaysia. Sayangnya tongseng coffee shop restoran favorit kita sudah tutup. Menurut info dari restoran sebelah, pegawainya yang kebanyakan warga negara Malaysia dan Indonesia gak dapat exit permit, akhirnya restoran yang terkenal dengan menu2nya yang enak dan murah ini harus tutup, entah untuk berapa lama…sayang bangettt.

Akhirnya kita makan di restoran sebelah tongseng coffee shop. Selesai makan kita menyempatkan diri berbelanja di pasar bugis street. Rupanya Bapak2 ini gak tahan godaan belanja juga hehehe, gw harus ingetin kalo flight Singapore-Phnom Penh tidak ada bagasi, jadi jangan sampe over bagasi pak….xixixi

foto9 foto10

 

 

 

 

 

Dari Bugis Street kita putuskan menuju China Town melewati downtown stasiun, stasiun baru yang menghubungkan china town dan bugis. Dulu sebelum ada stasiun ini, untuk menuju China town kita harus menuju Outram Park stasiun dan berpindah jalur dari jalur hijau ke jalur ungu (Bugis di jalur hijau dan China Town di jalur ungu). Baru dari situ menuju Bugis. Tentu saja ini sangat mempermudah turis yang ingin berbelanja dari Bugis, China Town dan Mustafa.

Sebenarnya dari china town, pengen ngajak peserta ke Mustafa karena mall ini buka 24 jam, tapi karena sudah jam 11 malam dan para peserta belum beristirahat sejak berangkat, gw putusin kembali ke penginapan untuk persiapan besok jam 5 pagi menuju bandara Changi. (Sebenarnya takut pesertanya kalap belanja di Mustafa, padahal kita gak ada bagasi untuk penerbangan Singapura-Phnom Penh, sssttt rhs ya…hihihi (over bagasi di Singapura harganya bisa lebih mahal dari harga tiketnya bo….ngeri!)

 

SINGAPORE-PHNOM PENH, 9 MARET 2014

Jam 5 pagi, kita sudah siap dijemput taxi yang dibook oleh pihak hostel. Perjalanan dari hotel ke bandara hanya memakan waktu 15 menit saja. Kita menuju check in counter tiger airways. Untuk informasi, tiger airways adalah penerbangan low budget airlines milik singapura, kelebihannya, jika penerbangannya dari singapura, kita bisa web check-in beberapa hari sebelumnya. Keuntungannnya kita bisa antri di counter khusus web check in yang relatif lebih sepi dibanding counter regular yang antriannya sudah panjang. Setelah klarifikasi dokumen di web check in counter, kita menunggu waktu sholat subuh yang sekitar jam 6 pagi waktu singapura. Di bandara changei terminal 2, tidak ada tempat khusus sholat, jadi kita harus cari tempat buat sholat yang tidak mengganggu dan kita juga tidak terganggu dalam menjalanankan ibadah kita.

Selesai sholat, kita kembali melewati imigrasi dan kemudian menuju ruang tunggu. Seperti biasa, sebelum boarding, pijat kaki dulu hehehe…

Pesawat berangkat tepat pukul 7.20 pagi. Perjalanan memakan waktu 1.5 jam. Waktu di Phnom Penh sama dengan Jakarta, jadi sampai sana waktu dimundurkan lagi satu jam, sekitar jam 8.10 pagi. Setelah melewati imigrasi, kita putuskan untuk tuker sedikit dolar kita ke mata uang lokal (Riel). Sebenarnya di Kamboja, semua transaksi sudah bisa dilakukan dengan dolar, jadi tuker ke mata uang lokal bukan keharusan. Ketika tuker duit, tiba-tiba gw disapa oleh seorang cowok dengan peranakan familiar and he said…kakak…kakak dari Indonesia ya…(haha ternyata..). He’s name is Taufik Nurdin asal dari Bandung, ternyata dia single traveler, habis dari Malaysia dan lanjut ke KL via Singapore, eh ternyata kita satu pesawat, tapi gak ngeh….Ternyata Taufik atau Kenno nama panggilannya cari barengan ke kota, well lucky him…kita kan uda book tuk-tuk ke kota, so tentu saja kita dengan senang hati barengan…senasib sepenanggungan di negeri orang…gitu ceritanya…

foto11 foto12

diluar, kita sudah ditunggu oleh tuk-tuk pesenan guesthouse tempat kita menginap. Btw kita menginap di Europe Guest House (EGJ) terletak di No.51 Eo, Street 136 Sangkat Phsa Kandal 1, Khan Daun Penh, Phnom Penh, letaknya di riverside alias samping sungai Tonlesap. EGH ini direcomended oleh Tripadvisor, website yang merekomendasikan tempat-tempat wisata terbaik di semua negara. Disini harga per kamar sekitar USD 20/kamar sudah lengkap dengan kamar mandi di dalam plus toiletries dan handuk, dan tv dengan channel internasional.

foto13

Karena waktu check in masih jam 3 sore, kita taruh tas kita di receptionis, dan kemudian, menghire tuk tuk untuk city tour seharian. Deal harganya total USD 25 utk 2 tuk tuk. Our new friend, Kenno walau tinggal di guest house lain, akhirnya ikut bergabung jali2 bareng kita.

Perjalanan kita mulai dengan makan di warung bali yang terletak di Street 178 No.25 Eo, warung Indonesia yang paling terkenal seantero Phnom penh merupakan warung makanan halal, yang punya kang Pirdaos dari Karawang dan Kang Kasmin dari Cilacap. Mau makanan Indonesia apa aja ada disini dari gado2, karedok, tempe/tahu, ayam, ikan dll lengkap disini. Enaknya lagi sebagai orang Indonesia, kita pasti dapat diskon dari Kang Pirdaos tiap makan. Gak lupa aku pesan nasi kotak buat perjalanan besok naik bis dari Phnom Penh ke Ho Chi Minh, karena perjalanannya memakan waktu 7 jam naik bis. Ayam bakar + capcay..hmm dari baunya saja sudah uenak tenan…..

Selesai makan, kita memulai tour kita ke TUOL SLENG museum di Street 133, Sangkat Benuong Kengt Kang III, Khan Charmkarmom, Phnom Penh, dulunya tempat ini adalah sekolah yang dijadikan penjara oleh agen S-21 pimpinan Pol pot untuk menyiksa para pemberontak. Terdiri dari 3 gedung yang dijadikan kamar-kamar penyiksaaan. Merinding full berada di tempat ini. Oya masuk ke museum ini bayar USD 2.

foto 15 foto14

dari Tuol Sleng Museum, kita ke Russian Market atau dikenal sebagai Phsar Toul Tom Poung. Produk2 lokal disini tergolong murah dan kualitasnya cukup baik. Favoritnya tentu saja kaos made in Cambodia yang harganya hanya USD 2, bahannya dingin dan awet. Kebetulan tahun lalu saya beli kaos2 ini dan sampai sekarang masih dipakai. And, again, gw baru bener2 percaya kalau Bapak2 itu ternyata belanjanya bisa lebih kalap dari ibu2…semua serba dibeli, sampe ke taplak-taplak .. wkwkwkwkw.

Selesai dari belanja, kita sempatkan sholat di masjid dekat Russian market, namanya masjid Jami’ul Islam di Street 177 No.3, Sangkat Toul Svay Prey 1.

foto16 foto17

Setelah itu melanjutkan tur ke royal palace. Tuk-tuk kita berakhir disini, karena selesai dari royal palace, kita mau lanjut jalan kaki ke guesthouse sambil menikmati suasana sore di sepanjang sungai tonlesap, anak sungai dari Mekong. Royal palace adalah istana kerajaan keluarga Norodom Sihanouk satu kompleks dengan Silver Pagoda, tempat ibadah keluarga kerajaan.

 

foto18 foto19

Selesai dari royal palace kita segera menuju ke guesthouse untuk check in dan beristirahat, dan janjian untuk bertemu kembali jam makam malam. Makan malam kita putuskan di restoran halal yang berada dekat dengan guesthouse. Menunya banyak menu makanan Malaysia…again. Setelah itu kita kembali ke guesthouse, niatnya mau ke night market, tapi ternyata night market bukanya jumat-minggu saja, so kita putuskan jalan2 saja di Kota Phnom Penh dengan menggunakan Tuk-Tuk untuk keliling kota, sebenarnya tujuan utamannya adalah mencari topi, karena cuaca di bulan januari cukup terik, dan pertokoan tutup sampai pukul 8 waktu Phnom Penh, perjalanan dilanjutkan dengan menikmati keramaian malam. Perjalanan melintasi Independence Monumen yang merupakan monumen besar di jantung Phnom Penh dan menarik untuk dikunjungi. Monumen ini dibangun pada tahun 1958 untuk merayakan Kamboja merdeka dari Perancis. Desain bangunan dalam bentuk candi yang satu melihat pada reruntuhan Angkor.yang terletak di pusat kota. Selanjutnya melintas didepan Naga World yang merupakan tempat kasino terbesar di kota Pnom Penh, perjalanan tuk-tuk dilanjutkan menuju Diamond Island (Koh Pich) terletak di Street 154 (Dekcho Damdin) in Tonle Basak Commune, Chamkar Mon District. Di Diamond Island City terdapat banyak bangunan gedung-gedung yang digunakan untuk acara-acara pernikahan. Perjalanan melintas di depan Olympic Stadium yang merupakan stadiun termegah di Cambodia. Dengan menbayar US 2 perjalan diakhiri di EGH, tempat kita menginap.

 

PHNOM PENH – HO CHI MINH, 10 MARET 2014

Pagi-pagi jam 6 kita sudah turun untuk check out dan menunggu di jemput oleh Mekong Express menuju ke bis. Sayangnya kita gak bisa satu bis dengan Kenno yang juga mau ke HCMC, karena seat di Mekong Express sudah penuh, dan dia dapat Bis lain dengan tujuan sama di jam keberangkatan yang sama dengan kita. Akhirnya kita sepakat nanti ketemuan di Hostel di HCMC. Sambil menunggu jemputan, tak lama kang kasmin datang untuk mengantar nasi kotak pesanan kita buat di bis. Jam 6.20, jemputan Mekong Express datang, dan kita pun say goodbye dengan pihak guesthouse.

foto20 foto21

Sampai di stasiun bis Orusey, kita segera mengumpulkan ransel kita untuk dimasukkan ke dalam bagasi Mekong Express Limousine Bus dan mengumpulkan paspor untuk dikoordinir pihak Mekong express saat sampai di perbatasan kamboja-vietnam untuk pengecekan dokumen. Bis berangkat tepat pukul 7 pagi, sayangnya bis nya tidak ada WIFI seperti tahun lalu, tapi ada tv yang menyetel film2 laga yang akhirnya cukup lah untuk membunuh waktu di bis. Setelah 2 jam perjalanan, bis menyeberangi tonlesap river, dan kemudian menuju ke perbatasan sekitar 3 jam kemudian, kita sampai di perbatasan. Kita turun untuk cek paspor kita, setelah itu men scan tas ransel kita, selesai dan kita melanjutkan perjalanan ke ho chi minh untuk 2 jam ke depan. Bye Phnom Penh….

Jam setengah 2, bis sudah sampai di kota, dan  tak lama kemudian berenti di stasiun bis di daerah backpacker Pham Ngu lao, hostel langganan gw menginap di HCMC, Long Hostel, tak jauh dari stasiun bis, hanya berjalan sekitar 10 menit, kami sudah sampai. Hostel ini juga paling direkomendasikan di Tripadvisor, karena selain murah, nyaman, pemiliknya mr/mrs long juga sangat baik dan perhatian kepada para tamunya. Bahkan sekarang, sudah ada hostel baru yang di-run oleh anaknya, namanya Khoi Hostel, tepat didepan Long Hostel. Harga kamar di long hostel juga sekitar USD 20/kamar lengkap dengan tv dan kamar mandi dalam.

Setelah beristirahat sebentar, sekitar jam 3 kita berkumpul di ruang tamu. Untuk jalan2 kali ini, dari Jakarta gw uda book free tour di HCMC, Organisasi bernama Saigon Hotpot. Gw pesan supaya guide-nya sama dengan tahun2 sebelumnya yaitu Bee dan Nam. Dan tak lama kemudian Nam Nguyen, guide kita dari Saigon Hotpot datang untuk mengajak tur seputar kota. Nam dan Bee aadalah guide favorit saya, setiap ke HCMC, saya selalu request ditemani mereka. Bee sendiri sekarang sudah bekerja, jadi sore itu Bee belum bisa bergabung, tapi dia berjanji akan bergabung setelah pulang kerja.

Dari penginapan Nam mengajak kami ke Ben Than Market, pasar terbesar di HCMC, dan paling terkenal oleh seluruh turis seantero dunia. Tapi kami tidak belanja dulu disini, hanya lewat sambil menuju ke City Hall dan Teather Hall. Daerah ini adalah city center dari HCMC, hotel-hotel besar bintang 5 dan mall2 besar juga berada di wilayah ini. Dari city hall kita melanjutkan perjalanan ke Saigon River, yang merupakan anak sungai dari Mekong, disini banyak sekali perahu-perahu besar yang digunakan sebagai restoran untuk kalangan atas. Nam juga menunjukkan salah satu landmark baru kota HCMC yaitu Bitexco Tower, gedung tertinggi di Kota HCMC.

foto23 foto22

foto24
foto25 foto26 foto27

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Waktu sudah menunjukkan jam 6 sore, akhirnya kita putuskan untuk makan malam bersama Bee dan Nam, di salah satu restoran Vietnam yang menyajikan makanan khas Vietnam. Mulai dari ayam kecap, udang goreng wijen, sup ikan, rolade sayur dll, dan minuman kopi khas Vietnam yang disajikan khusus melalui saringan khas Vietnam. Rasanya luar biasa enak dan sebanding dengan harganya yang lumayan mahal buat kantong backpaker hehehe. Untung gratisan gw..hahaha.

foto28 foto29

 

Selesai makan, bee dan nam masih mau menemani kita jalan2 ke pasar ben than. Wah lagi2 Bapak2nya kalap belanja yang biking w geleng2 kepala, apalagi sekarang ada tukang tawar baru..dek kennoo..hm segala dibeli…..Gw, Nam dan Bee memilih menikmati durian khas Vietnam yang nyam..nyam..nyam..akhirnya setelah Bapak2 puas belanja, tur pun berakhir pukul 10 malam.

CITY TOUR HO CHI MINH 11 JANUARI 2014

Hari kedua  HCMC kita putuskan untuk city tour secara lengkap. Sebenarnya ingin sekali tetap di temani oleh Saigon Hotpot, karena selain free, mereka juga memberikan tur dengan lengkap. Sayangnya hari itu Saigon Hotpot ada acara camping, sehingga semua guide yang berada dalam organisasi itu mengikuti camping. Akhirnya saya putuskan untuk ikut tur via travel yang direkomendasikan oleh Long Hostel, yaitu Delta Tour. City tournya antara lain ke: Museum Reunification palace, museum War Remnant, Gereja Katedral, Kantor Pos, City Hall, China Town, Bin Than Market dan Thien Hau Pagoda di Chinatown. Harga tournya sekitar 9 USD per orang. Pihak tur menjemput sekitar pukul 8.20 pagi dan tur dimulai pukul 9 pagi dari War Remnant Museum, museum yang menggambarkan kekejaman tentara Amerika Serikat selama perang Vietnam, bagaimana mereka menggunakan senjata kimia yang berdampak sampai ke second generation dari korban peperangan Vietnam. Gambar-gambar yang memilukan hati…The picture speak them selves

hcmc1 hcmc2

Dari War Remnant Museum, kita melanjutkan perjalanan ke Chinatown, untuk mengunjungin Thien Hau Pagoda dan berbelanja di Bhin Than Market, kalau di Jakarta mungkin seperti pasar tanah abang, dari situ kita dipersilahkan untuk makan siang. Baru jam 1an, kita melanjutkan ke salah satu workshop pembuatan souvenir wall painting yang terbuat dari telur, para pekerjaanya adalah mereka yang cacat akibat senjata kimia dioxine yang disebarkan tentara amerika saat perang Vietnam.

hcmc5 hcmc3

Lanjut dari situ ke Gereja katedral yang dibangun persis seperti gereja katedral di Prancis, bahan bakunya juga dibawa langsung dari prancis. Di sebrangnya ada kantor pos yang berdiri megah dengan ornamen2 di dalamnya yang luar biasa indah hasil peninggalan pemerintahan prancis.

hcmc6

hcmc4

Selesai dari kantor pos sudah pukul 4 sore, tur pun selesai dan kami minta diturunkan oleh pihak tur di Ben Than market untuk berbelanja. Jam 5 sore kami kembali ke hostel untuk menunggu anak2 mahasiswa dari Indonesia yang mendapat beasiswa di Vietnam. Mereka akan mengajak kami makan pho (mie khas Vietnam) yang halal, di dekat masjid Jamiul islamiyah. Namanya Pho Muslim. Harganya sekitar 20ribuah rupiah dengan porsi yang cukup besar plus es teh tarik yang nikmat.

hcmc7 hcmc8

Mantap….malam kita akhiri dengan naik bis semacam busway ke Ben Than market dan berbelanja tas ransel merek deuter dan northwest yang di HCMC terkenal dengan harganya yang luar biasa murah.Sudah..sudah ya belanjanya…

 

HO CHI MINH – KL – JAKARTA 12 MARET 2013

Pagi setelah sarapan, jam 7.30 kita dijemput taxi bandara Saigon air, biayanya Cuma 10 dolar sekali perjalanan. Dari hostel ke Bandara memakan waktu 30 menit. Ke Kuala Lumpur, kita naik Air Asia, dan karena sudah web check in, kita pun cek dokumen di web check in counter Air Asia, yang tentu saja lebih sepi dari regular check in counter. Selesai check in dan drop bagasi (hasil dari kalap belanja) dan untung saja untuk pulang saya sudah beli bagasi 40 kg, kami langsung ke imigrasi menuju ruang boarding. Sayangnya penerbangan ke KL (Kuala Lumpur) telat 1 jam dari yang diperkirakan, sehingga yang seharusnya kita sudah sampai di KL jam 14.30 waktu KL, kita baru sampai KL terminal LCCT (Low Cost Carrier Terminal) jam setengah 4. Karena pulang ke Jakarta kita naik Malaysian Airlines di KLIA (Kula Lumpur International Airport), untuk mempercepat waktu kitapun naik bis KLIA transit ke stasiun Salak tinggi dan melanjutkan perjalanan ke KLIA dengan kereta KLIA Express menuju KLIA. Jika kita naik bis dari LCCT ke KLIA, bisa memakan waktu 2 jam sendiri, dengan naik KLIA Express, kita hanya butuh waktu setengah jam ke KLIA. Tentu dengan biaya yang lebih mahal, tapi lebih mempersingkat waktu. Setelah sampai KLIA, kita menuju lantai 3 untuk menitipkan barang2 kita di Luggage Storage, lalu kita naik KLIA Express lagi ke KL Sentral. KLIA Express adalah kereta cepat bandara, yang hanya memerlukan waktu 28 menit menuju KL Sentral. Pusat kota KL. Harganya KLIA Express dari KLIA ke KL Sentral adalah RM 70 pp. Kalau naik bis dari KLIA ke KL Sentral sekitar 18 RM tapi memakan waktu 1.5 – 2 jam. Harga berbanding lurus dengan kecepatan….

KL1

Sampai di KL Sentral ,kita putuskan hanya ke KLCC (Kuala Lumpur City Centre) tempat dimana menara Petronas berada yang berdampingan dengan Suria KLCC, dan kini merupakan landmark kota KL, kita naik Kereta Rapid KL, perjalanannya hanya memerlukan waktu kurang lebih 30 menit dengan biaya 3 RM pp. Kami hanya berfoto2 di depan menara petronas yang merupakan menara kembar. Menara kembar dapat dilihat dari luar, merupakan sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia, di Malaysia Menara Kembar Petronas menjadi lambang kejayaan dan kebanggaan Negeri Jiran itu. Menara kembar ini menjulang tinggi ke angkasa. Hmm iri juga, gimana mereka bisa jadikan gedung ini wissata yang menarik di KL, padahal di Jakarta, gedung2 pencakar langit juga tidak kalah bagusnya, Cuma kalah tinggi aja…hahahaha….

Menara kembar petronas Luas bangunannya sekitar 510.910 meter persegi, dengan ketinggian masing-masing bangunan 452 meter dengan 88 tingkat. Pada tingkat ke 41 dan 42 dihubungkan dengan jembatan sepanjang 58,40 meter dan ketinggian 170 meter dari bawah.

KL4 KL3

Dimuka bangunan menara kembar terdapat taman bernama Taman KLCC yang arealnya terbilang luas dengan bangunan lanskap yang indah. Sedangkan beberapa tempat menarik lainnya di sekitar KLCC ini antara lain pusat Convention Kuala Lumpur, Aquaria Oceanarium dan Menara Maxis. Menara Kembar Petronas berada di pusat kota Kuala Lumpur atau lebih tepatnya diantara Jalan Ampang dan Jalan Raja Chulan Kuala Lumpur.

Setelah puas berfoto2 di Petronas, sekitar pukul 15.30 Waktu KL, kita kembali ke KLIA dan tepat pukul 10 malam kita kembali ke Jakarta dengan naik Malaysian airlines yang kalau di Indonesia setara dengan Garuda Airlines. Sampai di Jakarta pukul 11 malam dan perjalanan pun selesai. Salut buat Bapak2 yang sudah menikmati perjalanan backpacker selama 5 hari full. Salut buat sahahat baru Travelmate, Taufik Kenno atas sharing perjalanannya, denganmu perjalanan kita jadi lebih berwarna….

3 thoughts on “Pengalaman jadi Tour Leader: JKT-SG-PNP-HCMC-KL Trip 8-12 Jan 2014

  1. Kak mau tanya. Kalo keberangkatan dari Changi ke bandara Phnom Penh ada airport tax nya ngga? airport tax nya tergantung maskapai atau gmn ya kak?

  2. Huahahaha baruu baca yang inii..cakeep cakeeep…suka eike bacanyaa, detil bangeet😀
    Tengkyuw mba Din n bang Eci *angkat 4 jempol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s